Air Kumbang, 8 Januari 2026 – Tim dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Generasi Muda Peduli Tanah Air (GEMPITA) Kecamatan Air Kumbang berencana melakukan konfirmasi langsung terkait aduan wali murid mengenai kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sidomulyo, Kecamatan Air Kumbang. Selain itu, LSM GEMPITA juga akan membuat laporan resmi kepada Satgas MBG Kabupaten Banyuasin dan Presiden Prabowo Subianto terkait ketidak sesuaian menu dengan standar 4 sehat 5 sempurna, serta kasus buah busuk dan makanan basi yang sering diterima siswa.
Aduan muncul setelah banyak wali murid mengeluhkan kondisi makanan yang diberikan dalam program MBG. Beberapa orang tua menyatakan bahwa anak-anak mereka seringkali mendapatkan buah yang sudah membusuk dan makanan yang terasa basi, padahal program ini seharusnya memberikan asupan gizi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan siswa.
"Kami telah menerima banyak keluhan dari wali murid di Desa Sidomulyo dan sekitarnya. Ketika kami melakukan pengecekan langsung di lokasi, ditemukan bahwa kondisi menu yang disajikan memang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Padahal MBG bertujuan untuk memastikan siswa mendapatkan makanan bergizi, bukan malah berpotensi membahayakan kesehatan mereka," ujar Rial Ali Akbar, S.T Ketua LSM GEMPITA Kecamatan Air Kumbang.
Ketika ditanyakan mengenai tanggapan pihak pengelola MBG di Desa Sidomulyo, pihak terkait tampak menghindari memberikan klarifikasi dan menolak untuk menjawab pertanyaan dari tim LSM GEMPITA. Kondisi ini semakin memperkuat kebutuhan akan penyelidikan yang mendalam dari pihak berwenang.
"Kami tidak hanya akan mengkonfirmasi kasus ini kepada pengelola lokal, tetapi juga akan membuat laporan resmi kepada Satgas MBG Kabupaten Banyuasin dan Presiden Prabowo Subianto. Kami berharap agar pihak pusat segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan langsung (sidak) ke lokasi," tambah koordinator tersebut.
Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya LSM GEMPITA, sejumlah wali murid di Kecamatan Air Kumbang telah menyatakan kesediaan untuk menjadi saksi jika tim dari pusat melakukan sidak ke lokasi. Mereka berharap bahwa dengan adanya intervensi dari pihak yang berwenang, kualitas program MBG di daerah tersebut dapat segera diperbaiki dan anak-anak bisa mendapatkan makanan bergizi yang layak.
"Kami siap memberikan informasi dan testimoni apa saja yang dibutuhkan. Anak-anak kami berhak mendapatkan makanan yang sehat dan berkualitas dalam program MBG. Kami tidak bisa tinggal diam melihat mereka mendapatkan makanan yang tidak layak konsumsi," ucap salah satu perwakilan wali murid.
LSM GEMPITA menyatakan bahwa laporan resmi akan segera diajukan dalam beberapa hari ke depan, bersama dengan bukti berupa dokumentasi kondisi makanan yang diterima siswa dan testimoni tertulis dari wali murid serta siswa yang terkena dampak.
.png)


