SEMARANG — Sejumlah pelaku usaha kecil di Semarang mengeluhkan praktik penyaluran Kredit Usaha Rakyat di BRI Cabang Pasar Johar. Mereka menyebut pengajuan KUR dengan plafon Rp10 juta hingga Rp50 juta ditolak bila tidak melampirkan BPKB motor atau sertifikat rumah sebagai jaminan tambahan.
Padahal aturan baku KUR menegaskan plafon sampai Rp100 juta tidak boleh dipersyaratkan agunan tambahan. Pedoman resmi pemerintah menyebut: "KUR Super Mikro, KUR Mikro, dan KUR Kecil dengan nilai plafon pembiayaan/kredit maksimal Rp100 juta tidak dipersyaratkan adanya agunan tambahan. Hanya diperbolehkan adanya agunan pokok berupa usaha yang dibiayai".
Keluhan serupa sudah ramai di media sosial. Dalam video sidak Menteri UMKM di sebuah kantor BRI Semarang, pejabat menegaskan di depan staf bank bahwa KUR Rp1–100 juta tidak perlu jaminan karena risikonya ditanggung penjamin pemerintah. Menteri Maman Abdurrahman juga mengingatkan dalam inspeksi November 2025: KUR di bawah 100 juta wajib cair tanpa agunan.
Di wilayah Unit Pasar Johar pedagang kecil menyebut petugas front office tetap meminta fotokopi BPKB sebelum berkas diproses. "Saya cuma butuh Rp. 40 juta buat tambah modal usaha, tapi disuruh tinggalkan BPKB. Katanya itu prosedur internal," ujar seorang pedagang.
Praktik itu bertentangan dengan Permenko No.1 Tahun 2023 yang dirujuk pegiat hukum di Instagram, yang menulis tegas: KUR di bawah 100 juta tidak boleh diminta sertifikat tanah atau BPKB.
Himbauan
Melihat aturan yang jelas melarang permintaan jaminan apapun untuk KUR plafon kecil, BRI Cabang Pasar Johar diimbau untuk segera mengembalikan seluruh BPKB, sertifikat, dan dokumen jaminan lain yang telah dititipkan debitur KUR di bawah Rp100 juta. Pengembalian wajib dilakukan tanpa syarat, tanpa biaya administrasi, dan disertai tanda terima resmi kepada pemilik usaha.
Langkah ini penting agar KUR kembali pada tujuannya sebagai akses modal tanpa agunan tambahan bagi rakyat kecil, bukan menjadi beban baru yang menahan aset produktif pedagang kecil. (DW)
Hak jawab
Redaksi satudetik.com membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pimpinan BRI Unit Pasar Johar, Kantor Wilayah BRI Semarang, maupun pihak terkait lainnya. Klarifikasi, data penyaluran, atau penjelasan prosedur internal dapat disampaikan melalui WhatsApp redaksi satudetik.asia Jawa Tengah +62 823 2061 2912 (Dony W)
.png)

