Binjai, 1detik asia
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Binjai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional melalui kegiatan panen kelapa yang dilaksanakan di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, sekaligus optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan lapas.
Panen kelapa berlangsung dengan pengawasan langsung oleh jajaran petugas, serta melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pembinaan di bidang pertanian, Jum’at (27/03/2026). Adapun hasil panen ini adalah 150 buah kelapa dan 4 tandan pisang. Sebagian dari hasil panen akan diberikan ke dapur Lapas Binjai. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan program pembinaan, tetapi juga mencerminkan sinergi antara petugas dan warga binaan dalam menciptakan lingkungan yang produktif dan mandiri.
Kepala Lapas Kelas IIA Binjai, Wawan Irawan menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan SAE merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus memberikan nilai tambah bagi proses pembinaan. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan potensi yang ada di dalam lapas, sehingga selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang aplikatif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, keterlibatan aktif warga binaan dalam kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kemandirian serta meningkatkan kesiapan mereka untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat. Program pembinaan berbasis keterampilan seperti ini menjadi salah satu fokus utama dalam menciptakan warga binaan yang produktif.
Lapas Binjai akan terus mengembangkan program SAE dengan berbagai komoditas pertanian lainnya yang bernilai ekonomis. Upaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan, baik untuk mendukung kebutuhan internal lapas maupun memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Lapas Binjai turut mendukung akselerasi program Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta menyukseskan program ketahanan pangan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan hadir tidak hanya sebagai institusi pembinaan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi nasional.(Mul)
.png)


