Palembang – Ketua Forum Cakar Sriwijaya Edi Medan secara keras mengecam kepemimpinan cabang Federal International Finance (FIF) Palembang yang dinilai gagal total dalam menjalankan fungsi manajerial serta pembinaan terhadap karyawan.
Desakan pencopotan pimpinan cabang FIF Palembang bukan tanpa alasan. Edi Medan menilai telah terjadi pembiaran terhadap sikap tidak profesional dan arogan oknum karyawan, hingga berujung pada keributan antara karyawan dan debitur.
“Kami menilai pimpinan FIF Palembang tidak mampu mengendalikan bawahannya. Konflik terjadi secara terbuka, pelayanan buruk, dan masyarakat sebagai debitur justru menjadi korban. Ini bukti kegagalan kepemimpinan yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Edi Medan Ketua Forum Cakar Sriwijaya.
Edi Medan juga menyoroti bahwa perusahaan pembiayaan seharusnya mengedepankan etika, komunikasi yang baik, serta penyelesaian masalah secara humanis. Namun yang terjadi justru sebaliknya: sikap arogan, intimidatif, dan tidak solutif yang memperkeruh suasana.
Jika manajemen pusat tidak segera turun tangan dan mencopot pimpinan cabang yang dinilai tidak kompeten, Forum Cakar Sriwijaya menyatakan siap melakukan:
Aksi terbuka di depan kantor FIF Palembang
Pelaporan resmi ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
Penggalangan dukungan masyarakat dan debitur yang merasa dirugikan
“Kami tidak ingin ada pembiaran. Jika dibiarkan, ini bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pembiayaan di Kota Palembang. Pimpinan yang tidak tegas dan tidak profesional harus dievaluasi bahkan dicopot,” tambahnya.
Edi Medan menegaskan Forum Cakar Sriwijaya akan terus mengawal persoalan ini sampai ada tindakan nyata dari manajemen pusat FIF.
.png)

