Sumatera selatan,Ogan Ilir, 1Detik.Asia – Memasuki momentum dua tahun pelantikan anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir periode 2024-2029, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ogan Ilir menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk Evaluasi Total terhadap kinerja lembaga legislatif tersebut. Aksi dipusatkan di halaman Gedung DPRD Ogan Ilir 21 september 2026
Ketua cabang PMII Ogan Ilir Aji Anasr menilai dua tahun adalah waktu yang cukup untuk melihat sejauh mana komitmen dan keberpihakan DPRD kepada rakyat. Salah satu isu krusial yang menjadi sorotan utama dalam evaluasi tersebut adalah lemahnya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Ogan Ilir.
dalam orasinya menegaskan bahwa evaluasi ini bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk mengingatkan kembali sumpah jabatan sebagai wakil rakyat.
"Dua tahun DPRD Ogan Ilir dilantik, apa kabar rakyat? Kami datang membawa rapor rakyat. Kami mengevaluasi total. Mulai dari fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Dan yang paling mendesak hari ini adalah soal Karhutla," tegas Aji
Koordinator aksi Jery juga menyampaikan beberapa poin
1. Evaluasi Penanganan Karhutla: Jeri menilai penanganan Karhutla di Ogan Ilir masih bersifat reaktif, bukan preventif. Setiap tahun Ogan Ilir selalu menjadi langganan asap, namun belum ada langkah progresif dan penegakan hukum yang tegas terhadap korporasi yang lahannya terbakar. DPRD dinilai harus lebih galak dalam fungsi pengawasannya.
2. Evaluasi Fungsi Pengawasan: DPRD diminta untuk lebih aktif mengawasi program-program pemerintah daerah agar tepat sasaran dan tidak menjadi bancakan korupsi.
3. Evaluasi Fungsi Legislasi dan Aspirasi: Meminta DPRD lebih peka terhadap persoalan dasar masyarakat seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja untuk pemuda Ogan Ilir tutur jery.
Meski membawa agenda evaluasi yang kritis, aksi PMII tersebut justru mendapatkan sambutan yang sangat baik dan patut diapresiasi.
Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir, bpk Edwin cahya menunjukkan sikap kenegarawanan yang luar biasa. Beliau turun langsung menemui massa aksi, dan sempat berdialog bersama para mass aksi
Selaku koorlap Fathur juga menyampaikan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua DPRD tersebut.
"Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Ketua DPRD Ogan Ilir. Di momentum evaluasi 2 tahun ini, beliau menunjukkan sikap seorang pemimpin yang demokratis, legowo, dan tidak anti-kritik. Beliau menerima kami dengan sangat baik, sangat ramah dan humanis," ungkap Fathur
"Jarang ada Ketua DPRD yang mau menerima evaluasi total seperti ini dengan lapang dada. Beliau mendengarkan semua catatan kami, terutama soal Karhutla, dan beliau berkomitmen akan menjadikan evaluasi ini sebagai bahan perbaikan. Ini pemimpin yang patut kita banggakan," tambahnya.
Dalam audiensi, Ketua DPRD Ogan Ilir menyampaikan terima kasih atas kontrol yang dilakukan PMII. Ia mengakui bahwa dua tahun ini masih banyak kekurangan dan ia menerima semua catatan PMII, khususnya desakan untuk membentuk Pansus atau RDP khusus terkait penanganan Karhutla dan evaluasi korporasi nakal.
Ia juga berjanji akan meningkatkan kinerja DPRD di sisa masa jabatan agar lebih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Ogan Ilir.
Aksi yang berlangsung damai, tertib, dan penuh kekeluargaan itu diakhiri dengan penyerahan dokumen resmi "Catatan Evaluasi 2 Tahun DPRD Ogan Ilir" oleh PMII kepada Ketua DPRD dan foto bersama sebagai simbol kemitraan antara mahasiswa dan wakil rakyat.
PMII Ogan Ilir menegaskan akan terus menjadi mitra kritis dan siap mengawal janji-janji perbaikan tersebut.
DPRD Kuat, Rakyat Hebat. Hidup Mahasiswa! PMII Ogan Ilir era baru pmii
(Aantoh)
.png)

