Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

PELAJAR KELAS 10 HAJAR KAK KELAS SAMPAI RETAK TULANG PIPI & OPERASI - KELUARGA LAPOR POLRESTABES, TUNTUT AF DI-DO

Dony W Kaperwil Prov. Jawa Tengah
Selasa, 09 Juni 2026
Last Updated 2026-06-09T03:37:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

SEMARANG, satudetik.asia - Kekerasan terjadi di sekolah negeri. Seorang pelajar Kelas 10 berinisial AF tega menghajar kakak kelasnya NYK Kelas 11 hingga retak tulang pipi dan harus dioperasi di RS Columbia Asia Semarang.


Geram melihat anaknya hancur pasca terjadi pemukulan, keluarga korban resmi melapor ke Unit PPA Polrestabes Semarang didampingi LBH Ratu Adil, Sabtu 7 Juni 2026. Tuntutan keluarga tegas: AF diproses pidana + dikeluarkan dari sekolah.


"Ini sudah bukan kenakalan remaja. Ini kriminal murni. Korban sudah minta maaf berkali-kali, sudah jatuh, sudah teriak minta ampun, masih terus dipukuli. Sekolah jangan tutup mata," tegas Diana, ibu kandung NYK, Minggu 8/6/2026.


KRONOLOGI SADIS: NIAT DAMAI DIBALAS PEMUKULAN


Peristiwa Kamis-Jumat, 7-8 Mei 2026 di lingkungan SMA Negeri Semarang:  

1. Pemicu sepele : NYK menegur rombongan adik kelas karena jawabannya dinilai mempermainkan.  

2. Dipancing duel : AF mengirim pesan ajakan duel via chat. NYK menolak demi menghindari keributan.  

3. Jebakan damai : Jumat 8 Mei, NYK dipanggil ke area belakang sekolah dengan alasan "menyelesaikan baik-baik". Korban datang lebih awal dengan niat tulus meminta maaf atas tegurannya.  

4. Eksekusi brutal : Permohonan maaf NYK justru dianggap tanda takut. AF langsung memukuli wajah NYK bertubi-tubi hingga korban jatuh tersungkur, kejang, dan pingsan. Pemukulan tetap berlanjut. Pelaku bahkan menantang "ronde kedua" dan menghalangi teman korban yang mau menolong.


Akibat hantaman ke bagian vital wajah, NYK sempat kehilangan kesadaran di lokasi. Klinik terdekat menolak karena luka terlalu parah. Korban baru bisa dibawa pulang jam 23.00 WIB, lalu langsung dilarikan ke RS Columbia Asia. Hasil CT Scan: *retak serius tulang pipi*. NYK masuk ruang ICU dan menjalani operasi bedah.


TUNTUTAN IBU KORBAN: KELUARKAN PELAKU, JANGAN RUMAHKAN SEKOLAH


Diana, ibu korban, menuntut Kepala Sekolah bertindak tegas dengan mengeluarkan AF dari sekolah. 

"Kalau yang mukuli sampai tulang retak masih dipertahankan di sekolah, lalu anak kami yang jadi korban gimana rasa amannya? Ini tindakan premanisme, bukan perundungan biasa. Jangan jadikan sekolah tempat persembunyian pelaku kekerasan," ujarnya dengan nada tegas.


JALUR HUKUM: POLRESTABES + LBH RATU ADIL KAWAL KASUS


Laporan resmi sudah masuk ke Unit PPA Polrestabes Semarang. Bukti visum RS Columbia Asia, rekam medis, dan keterangan saksi teman NYK sudah dilampirkan. Keluarga dikawal penuh LBH Ratu Adil agar kasus diusut tuntas, transparan, tanpa "damai di bawah meja".


Pendamping hukum menyebut perbuatan AF memenuhi unsur Penganiayaan Berat Pasal 353 KUHP karena menyebabkan luka retak tulang dan operasi. Ancaman pidana 8 tahun penjara. Status "masih pelajar" tidak menghapus pertanggungjawaban hukum.


Diana menyampaikan terima kasih kepada Polrestabes Semarang yang responsif menangani laporan anaknya.


DESAKAN LPI: 3 LANGKAH SEKOLAH & APH WAJIB JALAN


1. Polrestabes : Segera gelar perkara. Kekerasan sampai operasi wajib naik status jadi tersangka. Jangan pakai diversi kalau korbannya retak tulang.  

2. Kepala Sekolah : Terbitkan SK Pemberhentian Sementara + usulkan DO ke Dinas Pendidikan sesuai PP 78/2021 tentang PPKSP. Kekerasan berat = dikeluarkan.  

3. Dinas Pendidikan Kota Semarang : Audit sistem pembinaan karakter di sekolah tersebut. Kekerasan level ini tidak mungkin terjadi tanpa pembiaran budaya.


satudetik.asia dan keluarga korban menjamin hak jawab Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan, dan pihak AF akan dimuat utuh sesuai UU Pers No.40/1999 jika bersedia memberi keterangan. (DW) 

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan