Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Heboh Video Viral Koperasi Desa Merah Putih Lahat, Danramil: Tanggung Jawab Material Ada di Mandor Pelaksana*

Redaksi
Selasa, 23 Juni 2026
Last Updated 2026-06-22T17:35:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


 Heboh Video Viral Koperasi Desa Merah Putih Lahat, Danramil: Tanggung Jawab Material Ada di Mandor Pelaksana


LAHAT, 1detik Asia


Komandan Koramil (Danramil) 405-07/Pulau Pinang, Kabupaten Lahat, Kapten CAJ (K) Nuro Okanihaja, angkat bicara terkait video viral yang menyoroti dugaan permasalahan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Desa Lesung Batu, Kecamatan Pulau Pinang.


Klarifikasi disampaikan dalam konferensi pers di Markas Koramil 405-07/Pulau Pinang, Senin 22/6/2026, didampingi enam anggota Babinsa: Serka Slamet, Serka Tahril, Pelda Agus, Sertu Purnama, Serda Didik, dan Serda Sulistyo.


*Bantah Isi Video, Progres Baru 61 Persen*  

Serka Slamet selaku Babinsa Desa Lesung Batu menegaskan dirinya tidak mengetahui pembuatan video yang kemudian viral di media sosial. Menurutnya, video itu dibuat oleh seseorang bernama Jhonson tanpa izin dan koordinasi dengan Koramil.


“Saya tidak mengetahui karena mereka membuat video tidak ada izin dari saya, sementara lokasi itu berada di desa binaan saya,” ujar Serka Slamet.


Ia menjelaskan, selama pembangunan pihaknya rutin memantau lokasi proyek untuk memastikan pekerjaan sesuai progres. Setelah selesai 100 persen, pengecekan dilakukan 3-4 kali dalam seminggu.


Serka Slamet menilai isi video tidak sesuai kondisi lapangan. Ia menyebut bangunan yang ditinggalkan mandor awal, Pujiono alias Cipto, baru mencapai sekitar 61 persen.


“Menurut saya video itu mengada-ada, karena disebutkan bangunan sudah selesai menggunakan material mereka. Padahal pekerjaan yang ditinggalkan oleh mandor awal, yakni Pujiono alias Cipto, baru sekitar 61 persen,” ujarnya.


*Dana Cair 5 Termin Sesuai Progres*  

Kapten Nuro menjelaskan dana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dicairkan bertahap melalui lima termin. Pencairannya disesuaikan dengan progres pekerjaan di lapangan.


“Tahapan pencairan termin berdasarkan progres pekerjaan,” jelasnya.


Menurut Danramil, dana berasal dari pimpinan, dalam hal ini Dandim. Setiap kebutuhan material diajukan mandor sesuai kondisi pekerjaan. Uang diserahkan kepada Babinsa lalu diberikan kepada mandor.


“Begitu ada kebutuhan pengajuan material dari mandor sesuai progres pekerjaan, uang diserahkan kepada Babinsa dan kemudian diberikan kepada mandor,” terangnya.


Ia menambahkan, setiap penyerahan dana dilakukan terbuka dan disaksikan personel lain.


“Saksinya adalah Babinsa lainnya yang juga menerima pencairan dana pada saat yang sama,” ujarnya.


*Tanggung Jawab Material di Mandor Pelaksana*  

Terkait sorotan material bangunan, Danramil menegaskan tanggung jawab pembayaran dan penggunaan material berada pada mandor pelaksana, Pujiono alias Cipto.


“Menurut saya secara pribadi, yang bertanggung jawab itu langsung Pak Pujiono alias Cipto karena dari pihak kami dana tersebut sudah diserahkan kepada beliau,” katanya.


Danramil juga membantah Koramil terlibat pengadaan material. Koordinasi pembelian dilakukan langsung oleh Pujiono alias Cipto, Jhonson, dan kepala desa.


“Koordinasi pembelian material ini tidak melalui kami di Koramil,” tegasnya.


*Serahkan ke Pimpinan, Mohon Maaf ke Masyarakat*  

Saat ditanya langkah hukum, Danramil menyebut pihaknya menunggu arahan pimpinan karena merupakan bagian institusi TNI.


“Kalau langkah hukum, kami belum ada karena kami merupakan instansi TNI, sehingga segala keputusan dan kebijaksanaan berada pada pimpinan kami,” ujarnya.


Meski demikian, Kapten Nuro menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas polemik yang berkembang.


“Saya secara pribadi mohon maaf dan tidak bisa memberikan solusi atau penyelesaian karena kewajiban kami telah dilaksanakan dengan menyerahkan dana termin kepada Pak Pujiono alias Cipto. Pembangunan juga telah dilaksanakan hingga selesai 100 persen meskipun terdapat berbagai kendala di lapangan,” katanya.


Ia juga meminta maaf kepada pihak yang menyuarakan persoalan lewat media sosial.


“Apabila ada kendala-kendala di lapangan seperti ini, saya meminta maaf kepada masyarakat, khususnya yang telah memviralkan persoalan ini. Terus terang saya tidak bertanggung jawab terhadap pembayaran material karena seluruh dana termin telah kami serahkan kepada mandor sesuai progres pembangunan,” tegasnya.


Menutup keterangannya, Danramil menegaskan seluruh dana pembangunan telah disalurkan sesuai mekanisme dan berharap polemik dapat diselesaikan sesuai ketentuan berlaku.




Rills / Agung 




iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan