Binjai, 1detik asia
Wakil Kepala sekolah SMPN 2 Tanjung Jati, Kec. Binjai, Kab. Langkat memberikan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya mengenai kondisi bangunan sekolah yang tampak rusak dan plafon yang jebol.Fakhri Ramadhani, M. Pd, selaku Wakil Kepala SMPN 2 Tanjung Jati, Kec. Binjai, Kab. Langkat, membenarkan bahwa kondisi bangunan sebagaimana diberitakan memang benar adanya. Namun, ia menegaskan bahwa pihak sekolah bukan tidak peduli terhadap perawatan gedung, melainkan sedang menunggu proses revitalisasi dari pemerintah Kabupaten Langkat.
“Memang benar, kondisi gedung seperti yang diberitakan begitu adanya. Tapi bukan berarti kami tidak mau merawat. Bangunan yang rusak di SMP Negeri 2 Binjai Langkat, yang rusak sudah direncanakan masuk dalam anggaran revitalisasi anggaran 2026 sebanyak 9 ruangan, dan direncanakan di laksanakan pada bulan Mei 2026, namun akibat bencana banjir terjadi penundaan pelaksanaan karena revitalisasi diutamakan terlebih dahulu pada sekolah yang berdampak banjir," ungkasnya.
Fkhari juga menambahkan pihak sekolah sudah melakukan pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat, Rabu (22/4/2026), hasil dari pertemuan tersebut untuk mengantisipasi beberapa bangunan yang rusak maka dianggarkan pada bulan juli 2026 mengingat pembangunan baru bisa dilaksanakan pada bulan tersebut bertepatan dengan libur sekolah.
BPK sudah mengetahui keadaan gedung yang rusak tersebut dan telah masuk dalam anggaran revitalisasi, sehingga menurut BPK tidak perlu dianggarkan dalam perencanaan BOS 2026, ketika BPK meninjau langsung sekolah SMPN 2 Tanjung Jati, Kec. Binjai Kab. Langkat, pada bulan september 2025 yang lalu, ungkap Fakhri.(Mul)
.png)

