Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Elevasi Danau Toba Turun Signifikan, Komunitas KKLPM Minta Konfirmasi BBWS Sumatera II

Enjel Ariel
Jumat, 15 Mei 2026
Last Updated 2026-05-15T05:50:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

1detik 


Toba, Jumat 15 Mei 2026– Komunitas Konservasi Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat (KKLPM) melaporkan terjadinya penurunan tinggi permukaan air Danau Toba yang signifikan sejak awal 2025 hingga April 2026.


Dalam surat kepada Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BBWS Sumatera II),  ketua KKLPM James Travo  di dampingi penasehat hukum Sahala Saragi menjelaskan fluktuasi neraca air Danau Toba dipengaruhi oleh perbandingan laju inflow dari aliran primer dan curah hujan, dengan laju outflow akibat evaporasi dan debit air yang keluar melalui Regulating Dam di Desa Siruar. Keseimbangan antara aliran masuk dan keluar sangat menentukan stabilitas elevasi muka air, operasional PLTA, dan kondisi lingkungan sekitar danau.


Bendungan Pengatur PLTA Asahan di Desa Siruar berjarak sekitar 14,5 km dari hulu Sungai Toba Asahan. Air yang keluar dari intake dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk PLTA Asahan 1 milik PT Bajradaya Sentranusa, PLTA Inalum dengan kapasitas terpasang 603 MW, dan PLTA Asahan 3 milik PT PLN Persero.


Ketua KKLPM James Travo dan penasehat hukum Sahala Saragi mengingatkan bahwa batas maksimum elevasi Danau Toba ditetapkan 905 mdpl dan batas minimum 902,4 mdpl berdasarkan MoU Proyek Asahan Tahun 1975. Ketentuan ini juga diperkuat dalam PERPRES RI Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya, sebagai dasar hukum pemanfaatan air untuk energi hidro sekaligus upaya pelestarian ekosistem danau.


Data terbaru menunjukkan indikator tinggi permukaan Sungai Toba Asahan di sekitar Dam Siruar berada di bawah level 902,50 mdpl. Pertemuan Perum Jasa Tirta I dengan BMKG di Stasiun Meteorologi Kelas II Silangit pada 9 April 2026 merilis tren penurunan muka air. Hasil pemantauan per 17 Maret 2026 mencatat elevasi Danau Toba pada level 903,12 mdpl. 


Melihat kondisi tersebut, rencana Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) pada semester pertama 2026 diajukan sebagai opsi untuk menjaga stabilitas sumber energi hidro PLTA Asahan.


Sebagai pembanding, KKLPM menyertakan data hidrologi tahun 1997–1999 dari Universitas Gadjah Mada tahun 2000 dan Otorita Asahan tahun 2008. Data itu mencatat debit pelepasan dan tinggi permukaan air Danau Toba pada periode tersebut berada dalam rentang 902,28–904,62 mdpl.


Atas kondisi ini,  James Travo ketua KKLPM  dan penasehat hukum Sahala Saragih meminta konfirmasi kepada Kepala BBWS Sumatera II terkait batasan pelepasan tetap outflow intake regulating PLTA pada level elevasi 903–902,5 mdpl, serta metode statistik pengumpulan data hidrologi di sekitar Danau Toba sejak 2020 hingga 2026.




Surat tersebut ditembuskan kepada Bupati dan Wakil Bupati Toba, Kapolres Toba, Ketua DPRD Toba, serta pihak operator PLTA di kawasan Asahan.


Sampai berita ini di turunkan, belum ada konfirmasi resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumut dan PT Inalum sebagai pengelola dan pengguna permukaan air danau Toba 


Ed Rinsan siahaan 







iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan