Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Pesan Terakhir Driver Ojol yang Tewas Tertimpa Pohon di Palembang, Korban Pamit Pergi Sholat Jum'at

KRH
Sabtu, 04 April 2026
Last Updated 2026-04-04T06:32:49Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

 





Palembang, 1detik.asia -


Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Ujang Junaidi, driver ojek online yang meninggal dunia akibat tertimpa pohon di Jalan Kapten Arivai, Palembang.


Sang istri, Dewi, mengungkapkan momen terakhir bersama suaminya sebelum kejadian tragis tersebut.



Di hadapan Walikota Ratu Dewa, ia menceritakan percakapan sederhana yang kini menjadi kenangan terakhir.


Dewi menuturkan, siang itu suaminya pamit untuk menunaikan salat Jumat di Masjid Taqwa.


Namun, setelah berpamitan, Ujang tak kunjung kembali ke rumah.


"Mau salat Jumat di Masjid Taqwa, tetapi kenapa lama sekali pulang semua orang sudah pulang Jumatan tetapi suami saya belum," ungkap Dewi dengan suara bergetar.


Ia juga sempat menerima panggilan telepon berulang kali dari nomor tak dikenal.



Awalnya panggilan tersebut tidak diangkat, hingga akhirnya seorang rekan ojek menyarankan untuk menjawab telepon tersebut.


“Terus ado yang ngebel HP berkali-kali, tapi dak ado namo jadi idak kami angkat. Terus ado kawan ojek ngomong, ‘Nek angkat lah telpon, jingok ayah kau bukan’,” lanjutnya.




Mendengar kisah tersebut, Ratu Dewa menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.


Ia menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan dukungan penuh bagi keluarga korban.


“Saya menerima kabar ini dengan duka yang sangat mendalam. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Palembang, saya menyampaikan belasungkawa. Kehilangan ini tidak tergantikan, dan kami memastikan pemerintah hadir dengan pendampingan, santunan, serta perhatian penuh,” ujarnya saat menyambangi rumah duka.


Diketahui, almarhum merupakan tulang punggung keluarga. Kepergiannya meninggalkan beban berat bagi istri dan dua anaknya yang selama ini tinggal di rumah kontrakan dan bergantung pada penghasilannya.


Sebagai bentuk kepedulian, Ratu Dewa berkomitmen menjamin kelangsungan pendidikan kedua anak almarhum agar tetap bisa melanjutkan sekolah dan meraih cita-cita.


"Tadi malam kito mampir kerumah duka (Alm. Bapak Ujang Junaidi) yang meninggal akibat tertimpo pohon di simpang 4 samsat arivai.


Cukup prihatin dengar cerito ibu dewi dan 2 anak nyo yang memang keseharian nyo bertumpu dengan penghasilan Almarhum. Salah satunyo mereka ngontrak dan sekolah yang perlu biaya kedepannyo.


Inshaa Allah kedepan kito bantu anak nyo untuk tetap lanjut biso sekolah dan ngejer cito-cito nyo," ucap Ratu Dewa.


Selain itu, pemerintah juga akan membantu meringankan beban utang kredit rumah yang masih tersisa.



Tak hanya fokus pada bantuan, Ratu Dewa juga menegaskan bahwa insiden ini menjadi evaluasi serius bagi pemerintah kota.


Ia telah menginstruksikan pemeriksaan menyeluruh terhadap pohon-pohon rawan tumbang di seluruh wilayah Palembang.


“Peristiwa ini bukan sekadar musibah, tetapi tanggung jawab kami. Saya telah memerintahkan penanganan cepat di lapangan dan evaluasi menyeluruh. Jika ditemukan adanya kekurangan dalam pengawasan atau penanganan, akan ada konsekuensi yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Langkah tersebut diambil sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.


Ratu Dewa berharap kehadiran pemerintah dapat benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya bagi warga yang tengah mengalami musibah.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan