Sukabumi – 1detik.asia
Grand launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cibadak yang dikelola oleh Yayasan Anninda bersama PT Mega Persada Perkasa diharapkan menjadi langkah awal dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari program nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung tumbuh kembang generasi masa depan.
Salah satu penggerak program, Gesty Probowati. W,S.Ip, PMSi, menyampaikan harapannya agar program ini dapat segera berjalan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kamis, 12 Maret 2026
“Semoga cepat berjalan dan bisa memberikan manfaat bagi para penerima manfaat, serta dapat bersinergi dengan para pelaku UMKM. Yang terpenting kita selalu mengedepankan amanah dari Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Ia juga berharap program yang diinisiasi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tersebut dapat berjalan dengan baik dan membawa keberkahan, terlebih dilaksanakan pada momentum bulan suci Ramadan.
Prioritas Penerima Manfaat
Pada tahap awal operasional, SPPG Cibadak akan melayani sekitar 1.100 penerima manfaat. Penentuan penerima manfaat tersebut mengikuti aturan dari Badan Gizi Nasional yang memprioritaskan kelompok rentan.
Kelompok yang menjadi prioritas di antaranya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai fase awal pembentukan generasi masa depan. Selanjutnya program akan diperluas kepada anak-anak usia pendidikan seperti PAUD, TK, SD hingga SMP, serta anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.
Menanggapi Masukan Masyarakat dengan Bijak, Pihak pengelola juga menegaskan bahwa berbagai keluhan atau masukan dari masyarakat akan ditanggapi secara bijak. Menurutnya, kritik yang bersifat membangun justru menjadi bagian penting dalam memperbaiki dan menyempurnakan program.
Hal ini penting mengingat program pemenuhan gizi tersebut menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.
Libatkan Warga Sekitar dalam Perekrutan
Selain fokus pada pemenuhan gizi, pengelola SPPG juga berkomitmen untuk melibatkan masyarakat sekitar dalam proses perekrutan tenaga kerja di dapur pelayanan.
Meski sebagian tenaga kerja dapat berasal dari pihak pengelola atau mitra, namun tetap ada ketentuan bahwa sebagian besar tenaga kerja harus berasal dari lingkungan sekitar agar masyarakat setempat turut merasakan manfaat dari keberadaan program tersebut.
Keterlibatan warga juga dinilai akan mempermudah koordinasi dengan unsur pemerintah desa maupun tokoh masyarakat seperti RT dan RW. Komitmen Jalankan Program dengan Hati-hati. Gesti menambahkan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 17 mitra yang bersama-sama mendukung jalannya program pemenuhan gizi tersebut.
Ia berharap dapur pelayanan gizi ini dapat terus berjalan dengan baik, tanpa kendala, serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat yang terlibat.
“Harapannya dapur ini bisa terus berjalan dengan baik, tidak ada masalah, dan benar-benar memberikan manfaat bagi semua yang terlibat di dalamnya,” pungkasnya.
.png)



