Simalungun, 1detik.asia-
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun segera membongkar gapura perbatasan Simalungun–Kota Pematang Siantar, di Kecamatan Panombeian Panei sebagai langkah konkret mengatasi kemacetan di jalur strategis Siantar–Saribudolok.
Gapura yang berada di ruas jalan provinsi KM 3–4 tersebut selama ini, dinilai menjadi titik penyempitan jalan (bottleneck), yang kerap memicu antrean panjang kendaraan, terutama saat musim libur, Natal dan Tahun Baru.
Kondisi itu, diperkirakan akan semakin parah menjelang arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri, 1447 H/2026.
Berdasarkan proyeksi, lonjakan volume kendaraan pada Lebaran 2026, diprediksi meningkat 70 hingga 80 persen, dibandingkan periode Nataru 2025/2026.
Arus kendaraan tidak hanya datang, dari arah Kota Pematang Siantar, tetapi juga dari Tol Panei, Tol Sinaksak, ring road Siantar, simpang dua, hingga Saribudolok.
Meski secara fisik, gapura juga sudah memungkinkan untuk dipugar, Pemkab Simalungun memilih membongkarnya demi kepentingan kelancaran lalu lintas tersebut, dan keselamatan pengguna jalan.
Pembongkaran tersebut akan menambah lebar badan jalan hingga 6,8 meter, sehingga kapasitas ruas meningkat signifikan.
Keputusan itu, diambil dalam rapat koordinasi lintas instansi yang digelar Selasa, 27 Januari 2026, di Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya.
Rapat dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Esron Sinaga mewakili Bupati Simalungun, didampingi Kepala Dinas Perhubungan Firdaus Girsang.
Hadir dalam rapat tersebut unsur Polres Simalungun, Polresta Pematang Siantar, perwakilan Dinas PUTR, PDAM Tirtauli, BPKPD, Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta pemerintah kecamatan setempat.
Seluruh peserta rapat, menyepakati pembongkaran gapura sebagai solusi permanen, menghilangkan titik kemacetan di jalur penghubung utama, antar wilayah tersebut.
Dinas PUTR Kabupaten Simalungun, bertanggung jawab terhadap proses administrasi pemusnahan dan penghapusan aset bangunan.
Pelaksanaan pembongkaran, ditargetkan selesai sebelum Idul Fitri 1447 H/2026.
Untuk mengantisipasi dampak selama pekerjaan berlangsung, Pemkab Simalungun menyiapkan skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.
Opsi yang disiapkan antara lain penutupan total ruas gapura, dengan pengalihan arus melalui Tol Sinaksak–Tol Panei, atau penutupan sebagian, dengan sistem buka tutup.
Petugas pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan ditempatkan di lokasi, Pos sementara juga akan didirikan guna memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
Sejumlah fasilitas keselamatan seperti traffic cone, water barrier, dan lampu penerangan tambahan akan dipasang, di sekitar area pekerjaan.
Pemkab Simalungun, juga akan mensosialisasikannya kepada masyarakat melalui media sosial dan papan pengumuman agar pengguna jalan dapat menyesuaikan perjalanan.
Langkah ini, menegaskan komitmen pemerintah daerah, dalam membenahi infrastruktur penunjang mobilitas dan mendukung kelancaran arus barang mau pun orang, khususnya menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026.
(Donny)
.png)

