Serdang Bedagai - Www.1detik.asia
Pernyataan Pak Presiden Prabowo Subianto menjadi perbincangan dengan masyarakat Desa Pantai Cermin kiri dan desa Kota Pari kecamatan Pantai cermin Kabupaten Serdang Bedagai propinsi Sumatera Utara.
Masyarakat Ramai-ramai mendatangi Kepala desa Pantai cermin Kiri dan kepala desa Kota Pari agar meminta hak mereka seperti yang ada tertulis saat kami pendaftaran bahwa mengutamakan warga setempat yang di sekitaran MBG Bukan keluarga pemilik Atau Orang jauh.
Rabu 14 Januari 2026
Tuntutan masyarakat Desa Pantai Cermin Kiri mereka tidak bisa bekerja padahal lokasi rumah tidak jauh di sekitaran MBG.
tuntutan Masyarakat Desa Kota Pari mereka Mengatakan Kami 7 orang sudah Bekerja Dua sampai tiga Hari Tetapi kami di keluarkan Karna Tidak di terima.
Sedang kan yang di terima dari Berjauhan desa kami dan juga lain desa kalau di hitung Warga desa kota pari tidak sampai 50 persen.
Saat awak media konfirmasi dengan Kepala 2 kepala desa di tempat yang berbeda.
Saya Saja tidak di ikutkan dalam penerimaan perekrutan pekerja di MBG di desa Saya jadi sedikit kecewa juga.
"Ujar Kades Desa Pantai Cermin kiri melalu via Seluler"
Semua benar apa yang ABG konfirmasi Saya langsung yang Mengajukan mereka Masyarakat saya untuk bekerja di MBG di desa Saya.
Saya juga heran ketika mereka sudah bekerja lalu di keluarkan karna tidak di terima padahal saya sudah langsung berkomunikasi kepada bapak Ilham Ritonga agar warga saya bisa bekerja.
Lanjutnya
Saya sendiri merasa kecewa dengan tindakan mereka yang tidak perduli dengan warga setempat sehingga saya di datangi masyarakat ke kantor saya untuk mempertanyakan penerimaan pekerja di MBG.
Ketua LSM Awi Saragih Angkat Bicara.
Saya Kecewa tindakan dari Pemilik MBG satu Punya Polri yang ada Di desa Kota Pari dan Yang satu lagi Punya Bapak Ilham Ritonga Sekretaris DPC Partai Gerindra Sergai.
Yang kita semuanya tau bahwa pernyataan dari presiden Prabowo "MBG harus masyarakat setempat" berarti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus melibatkan dan memberikan manfaat langsung kepada penduduk lokal, mulai dari penyediaan bahan baku oleh petani/peternak lokal hingga pelibatan warga sebagai tenaga kerja dapur, agar ekonomi daerah tumbuh, rantai pasok memendek, dan program terasa manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya penerima manfaat gizi. Ini mencakup pengadaan pangan dari sumber lokal (seperti sayuran, ikan, beras) dan pemberdayaan UMKM serta kelompok masyarakat di sekitar lokasi program untuk memasak makanan. (Maulana Hutabarat)
.png)

