Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Mahasiswa Kecam Dugaan Kekerasan Satpam BRI Sumut, Soroti Kasus KUR Rp17 Miliar di Tanjungbalai

Hendra Syahputra
Minggu, 18 Januari 2026
Last Updated 2026-01-18T06:23:07Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?



Medan, 1detik.asia - Aksi unjuk rasa lanjutan yang digelar mahasiswa di depan Kantor Wilayah BRI Regional Sumatera Utara pada Rabu, 14 Januari 2025, kembali menyoroti dua persoalan serius, yakni dugaan tindakan represif aparat keamanan internal bank dan dugaan korupsi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai sekitar Rp17 miliar di BRI Unit Sei Kepayang, Cabang Tanjungbalai.


Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menilai hingga saat ini pihak BRI Regional Sumatera Utara belum memberikan penjelasan resmi atas tuntutan yang telah disampaikan dalam dua kali aksi terbuka sebelumnya. Sikap diam tersebut dinilai memperkeruh persoalan dan menimbulkan kesan pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.


Sejumlah mahasiswa mengungkapkan bahwa pada aksi pertama, mereka mengalami perlakuan yang diduga represif oleh oknum satuan pengamanan (satpam) BRI Sumatera Utara. Dugaan tersebut mencakup pemukulan dan adu kepala terhadap Presiden Mahasiswa BEM UMN Al-Washliyah, percobaan pemborgolan terhadap delapan mahasiswa, perusakan dua unit telepon genggam, serta upaya kriminalisasi terhadap peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara damai.


“Tindakan ini bukan hanya mencederai hak mahasiswa, tetapi juga bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum,” ujar Koordinator Aksi, Zia Haul HaQ. 


Selain dugaan kekerasan, mahasiswa juga menuntut kejelasan atas dugaan penyaluran KUR fiktif senilai Rp17 miliar di BRI Unit Sei Kepayang. Hingga kini, mereka menyebut belum ada klarifikasi terbuka dari pihak BRI terkait mekanisme penyaluran kredit maupun langkah pengawasan internal yang dilakukan.


Koordinator Lapangan Indra Syahputra menyatakan, mahasiswa mendesak pimpinan BRI Regional Sumatera Utara untuk bertanggung jawab secara institusional. 


“Kami meminta klarifikasi terbuka, permintaan maaf kepada publik, serta proses hukum terhadap oknum yang diduga terlibat dalam kekerasan dan dugaan penyimpangan KUR,” katanya.


Mahasiswa juga menyuarakan tuntutan pencopotan pimpinan BRI Regional Sumatera Utara yang dinilai gagal menjaga prinsip demokrasi, hak asasi manusia, dan transparansi dalam pengelolaan lembaga keuangan negara.


Sebagai bentuk lanjutan perjuangan, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah bersama STIE Al-Washliyah Binjai memastikan akan menggelar Aksi Jilid III pada Kamis, 22 Januari 2026, kembali di Kantor Wilayah BRI Regional Sumatera Utara, Medan. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk tanggung jawab moral mahasiswa terhadap keadilan dan kepentingan publik.


Mahasiswa menegaskan bahwa eskalasi aksi akan terus dilakukan apabila tuntutan tidak ditindaklanjuti. Mereka juga menyatakan akan mendorong perhatian aparat penegak hukum serta pengawasan publik secara luas terhadap dugaan pelanggaran yang disorot.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan