Tanjungbalai, 1detik.asia - Masyarakat Tanjungbalai kembali dihebohkan adanya ulat dalam ompreng pada program makan bergizi gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13004 Kecamatan Teluk Nibung pada hari Rabu 14/1/2026, sehingga hal tersebut menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial Facebook.
Dalam postingan account Facebook Rizka Syafitra menuliskan “pulang-pulang si Fadil ku Sekolah langsung bercerita dia, katanya pening kepalanya, ku bilang belilah obat pel kalau pening kepala nak. Terus di bilangnya masalahnya tadi MBG kami berulat mak, nasi nya berulat buah nya berulat ikannya berulat, sempat termakan saya buah nya sedikit katanya.” tulisan dalam status Facebook Rizka Syafitra.
Atas viral nya postingan tersebut, Saat Wartawan mengkonfirmasi pihak kepala sekolah SDN 13004, Muhammad Faisal Abadi membenarkan bahwa memang ada ulat dalam ompreng.
“Iya benar memang ada ulat, ada sekitar 10 ompreng ditemukan ulat. Setelah kami telpon pihak SPPG Pematang Pasir, bahwa ulat tersebut berasal dari buah naga bukan dari ikan maupun nasi seperti postingan salah satu wali murid kami,” ujarnya
Sementara itu, Asisten lapangan (Aslap) SPPG Pematang Pasir Aditya Adi Putra mengatakan, bahwa ulat berasal dari buah yang kurang teliti saat proses memasukkan.
“Saya bisa pastikan bahwa ulat bukan berasal dari ikan maupun lauk lainnya tetapi dari buah naga yang dipotong-potong dan kurang teliti kita melihat. Kita tidak bisa meneliti satu persatu karena dapat merusak buah naga itu sendiri,” ujarnya.
Dikatakannya, bahwa SPPG Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung sudah memastikan bahwa buah yang mereka pilih benar-benar buah terbaik dan apabila ada ditemukan busuk atau rusak sebelum dipotong-potong, maka akan langsung dibuang.
“Kami meminta maaf kepada pihak sekolah dan wali murid atas kejadian tersebut. Kami akan evaluasi agar kejadian hal serupa tidak terulang dan kami memastikan bahwa dari 3100 ompreng yang kami salurkan, hanya di sekolah ini saja ditemukan ulat sementara di sekolah lain tidak ada,” ucapnya.
Kepala SDN 13004 berharap adanya evaluasi menyeluruh serta pengawasan yang lebih ketat terhadap penyedia makanan dalam program MBG, agar tujuan program Presiden Prabowo untuk menyehatkan dan mencerdaskan anak bangsa benar-benar tercapai tanpa mengabaikan aspek keamanan.
“Program MBG sendiri merupakan program Presiden yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi dan kesehatan peserta didik di sekolah. Namun, temuan tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait kebersihan, keamanan, serta standar pengelolaan makanan yang disajikan kepada anak-anak.” ujar Kepsek SDN 13004 Muhammad Faisal Abadi.
.png)

