Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

"Dari Sabang Sampai Merauke, Pemanah Tradisional Berkumpul di Palembang untuk Brotherhood of Toxophilites (BOT) Edisi ke-8"

Fiki peristiwa 24
Senin, 19 Januari 2026
Last Updated 2026-01-19T01:12:18Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


 

Palembang | SatuDetik -- Kota Palembang kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah event olahraga nasional. Kejuaraan Panahan Tradisional Brotherhood of Toxophiliyes (BOT) 8th Edition Tahun 2026 resmi digelar di D’Sultan Stable Palembang, Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Lorong Pagar Dewa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Minggu (18/1/2026).

Kejuaraan tingkat nasional ini diikuti ratusan atlet panahan tradisional dari 22 provinsi di Indonesia, menjadikannya salah satu ajang panahan tradisional terbesar yang pernah digelar di Sumatera Selatan.

Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan, Hukum dan HAM, Edison, S.Sos, mengatakan Palembang merasa bangga karena kembali dipercaya menjadi tuan rumah Kejurnas BOT ke-8 oleh Pengurus Pusat Perkumpulan Panahan Berkuda Indonesia (KPBI).

“Alhamdulillah, Kota Palembang dipercaya oleh pengurus pusat KPBI untuk menggelar Kejurnas Brotherhood of Toxophiliyes yang ke-8. Ini kepercayaan besar dan tentu menjadi kebanggaan bagi kami,” ujar Edison saat diwawancarai di sela kegiatan.

Menurut Edison, Kejurnas BOT tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah silaturahmi antar-atlet panahan tradisional dari berbagai daerah.

“Kami berharap melalui kejuaraan ini, para peserta dapat menguji kemampuan, bakat, dan prestasi. Namun yang tidak kalah penting adalah menjunjung tinggi sportivitas. Kalah menang itu biasa, yang utama kebersamaan dan silaturahmi,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang datang dari 22 provinsi. Edison berharap Palembang ke depan dapat terus dipercaya menggelar event olahraga berskala nasional hingga internasional.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh peserta atas partisipasinya. Mudah-mudahan Palembang bisa terus mengadakan event seperti ini. Potensi panahan tradisional di Palembang sangat besar,” katanya.

Sementara itu, Ketua KPBI Pusat yang juga Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Dr. H. Akhmad Mustain, S.STP., M.Si, menegaskan bahwa panahan berkuda merupakan olahraga yang sangat bergantung pada konsistensi latihan, bukan semata status juara.

“Dalam panahan, kita tidak perlu takut dengan kehadiran juara dunia. Semua punya peluang yang sama. Intensitas latihan, kesiapan mental, dan kemampuan membaca lapangan itulah yang menentukan,” ujar Mustain.

Ia menjelaskan bahwa kejuaraan ini membuka ruang selebar-lebarnya bagi atlet muda, dengan kategori usia mulai dari 14 tahun untuk putra dan putri. Bahkan, sejumlah peserta usia SMP turut ambil bagian selama memenuhi syarat teknis.

“Kalau sanggup menembus jarak di atas 50 meter dan usianya memenuhi, silakan ikut. Kita ingin memberi ruang pembinaan seluas-luasnya,” jelasnya.

Mustain juga mengungkapkan bahwa Kejurnas BOT menjadi bagian dari proses penjaringan atlet menuju kejuaraan dunia panahan berkuda yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mendatang.

“Para calon atlet dunia akan dievaluasi melalui video latihan rutin dan progres nilai. Jika memenuhi ambang batas, maka akan kita berangkatkan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, meski pada kejuaraan sebelumnya atlet putra terbaik berasal dari Sumatera Barat dan putri dari Lampung, Palembang memiliki peluang besar, terutama setelah berhasil meraih juara tiga kategori putri.

“Event ini semakin menunjukkan bahwa peminat panahan berkuda terus meningkat. Harapan kita, Palembang tidak hanya menjadi tuan rumah, tapi juga melahirkan atlet-atlet nasional bahkan internasional,” pungkas Mustain. (Tim Utami)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan