Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Aktivis Sumut Demo Menkeu Minta Agunan KUR Masyarakat dikembalikan

Hendra Syahputra
Rabu, 21 Januari 2026
Last Updated 2026-01-20T17:56:40Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


KISARAN, 1detik.asia - ‎Muhammad Syafi'i, bersama rekannya Aidil Akbar Lubis dan Fahmi Nasution mendatangi kantor kementerian keuangan Republik Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung menkeu untuk menemui Purbaya Yudhi Sadewa.

‎Saat orasi, M. Syafi'i mengungkap, banyak kejahatan perbankan yang rentan mencederai masyarakat di sejumlah daerah di tanah air, misalnya proses peminjaman KUR yang sangat sulit tanpa alasan yang jelas serta masih meminta agunan surat tanah kepada calon nasabah untuk KUR dibawah Rp.100jt. Parahnya pagi, masyarakat yang ingin mengajukan KUR dialihkan ke Pinjaman Komersial.

“‎Meskipun aturan (Permenko) melarang menggunakan agunan untuk KUR hingga Rp.100 juta, namun masih banyak Petugas bank meminta agunan sebagai syarat tidak tertulis untuk mempermudah dan mempercepat persetujuan pinjaman khusus nya di wilayah Provinsi Sumatera Utara,” ujar M. Syafi'i. 

‎Terjadi penolakan dengan alasan teknis kepada calon nasabah dengan alasan riwayat SLIK OJK yang kurang bersih, meskipun sudah lunas, bukan karena ketidaklayakan usaha secara fundamental.

‎Adanya indikasi suap dalam proses pelaksanaan KUR terhadap tim survey saat proses pengajuan pinjaman dan terdapat kriminalisasi kepada para nasabah dalam melakukan penagihan yang dilakukan oleh pegawai bank.

“‎Sering terjadi agunan nasabah hilang akibat petugas bank yang tidak bertanggung jawab, dan masih banyak ditemukan pegawai bank nakal di lingkungan perbankan yang ingin memperkaya diri dengan cara melakukan pinjaman KUR menggunakan data masyarakat, kemudian kabur sehingga mengakibatkan kerugian negara,” ucapnya. 

‎Dalam tuntutannya mereka meminta Purbaya Yudhi Sadewa, Maman Abdurrahman, Airlangga Hartarto dan Dony Oskaria, selaku Menteri yang berkaitan dengan proses pelaksanaan dana KUR mengambil Langkah konkrit terhadap permasalahan yang terjadi. 

‎Kemudian Meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kinerja keempat Menteri tersebut dan Meminta Direktur Utama Bank BRI mencopot jabatan Kepala Kanwil BRI Sumatera Utara beserta kepala cabang BRI kisaran karena dinilai tidak becus kerjanya

‎Meminta Direktur Utama Bank Himbara segera mengembalikan agunan KUR Masyarakat Se-Indonesia yang telah melakukan pinjaman di bawah Rp.100jt.

‎Ketika tidak mendapat tanggapan di kantor kementerian keuangan tiga aktivis itu mendatangi gedung DPR-RI untuk melanjutkan aksinya, mereka meminta ketua DPR RI melalui Ketua Komisi XI memanggil Menteri Keuangan, Menteri UMKM, Menko Perekonomian dan Menteri BUMN serta Jajaran Direktur Utama Bank Himbara guna untuk dilakukan penyelesaian polemic yang terjadi dilapangan terkait persoalan pelaksanaan Penyaluran KUR di Indonesia.

‎Namun setelah berorasi di senayan mereka juga tidak mendapatkan tanggapan, mereka berjanji akan datang untuk melakukan aksi jilid II.

‎"Kami kecewa dan prihatin melihat para pejabat tinggi di negeri ini, kami datang jauh jauh dari Kabupaten Asahan Sumatera Utara jalan kaki, hampir 2 bulan lamanya, tapi kami tidak tanggapi." kata M. Syafi'i. 


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan