Pantura, 1detik.asia-
Ratusan hektare lahan persawahan dan tanaman jagung di wilayah Pantura—meliputi Kecamatan Panti, Padang Gelugur, Rao, dan sekitarnya—kembali terendam banjir akibat curah hujan yang terus mengguyur selama sepekan terakhir. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan petani, karena berdampak langsung pada potensi gagal panen pada musim tanam saat ini.
Hingga Jumat, 28 November 2025, genangan air masih terlihat merendam sejumlah areal persawahan dan ladang jagung. Selain itu, akses menuju beberapa lahan pertanian juga ikut terganggu karena tingginya debit air. Para petani menyebut kondisi ini merupakan salah satu banjir terparah di penghujung tahun, mengingat hujan deras terjadi hampir tanpa jeda selama beberapa hari.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi, seperti Ins Amr, Irul, dan Ad, mengungkapkan bahwa kerugian yang dialami petani di wilayah Pantura diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Kerugian tersebut meliputi rusaknya tanaman padi dan jagung yang telah memasuki masa pertumbuhan, serta tertundanya proses pengolahan lahan yang seharusnya dilakukan sebelum akhir tahun.
Saat kunjungan Ali Mansur, selaku Kepala Perwakilan (Kaperwil), para petani berharap pemerintah Kabupaten Pasaman bersama dinas terkait dapat segera turun tangan membantu. Mereka meminta adanya dukungan berupa bantuan bibit, sarana pertanian, serta fasilitas penunjang lainnya untuk memulai kembali penggarapan lahan setelah banjir surut.
Menurut para petani, bantuan melalui kelompok tani masing-masing sangat dibutuhkan guna mempercepat pemulihan aktivitas pertanian. Mereka menilai keberpihakan pemerintah sangat penting demi menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan utama masyarakat di Pantura.
Para petani juga menekankan bahwa dukungan tersebut akan sangat berarti bagi upaya meningkatkan kembali kesejahteraan dan kemakmuran petani di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, yang selama ini selalu menjadi harapan bersama.
Ali
.png)


