
Di zaman sekarang, pembelian tiket kereta api sudah hampir semuanya dilakukan secara digital, baik lewat aplikasi maupun situs web. Kebijakan ini memang memudahkan banyak orang, terutama yang sudah terbiasa dengan teknologi dan memiliki ponsel pintar. Digitalisasi membuat proses pembelian tiket jadi lebih cepat dan praktis sehingga mengurangi antrian panjang di loket stasiun.
Namun, di lapangan terutama di Stasiun Serang, Banten banyak pengguna kereta yang belum terbiasa atau belum memiliki akses ke teknologi digital. Mereka masih membeli tiket secara langsung di loket. Akibatnya, tiket yang tersedia sering kali sudah habis karena mayoritas pembeli menggunakan aplikasi online. Kondisi ini membuat sebagian penumpang kesulitan mendapatkan tiket, padahal mereka sangat butuh moda transportasi itu.
Tantangan digitalisasi lewat globalisasi tidak hanya dialami oleh mereka yang kurang melek teknologi, tapi juga oleh masyarakat yang secara ekonomi belum mampu memiliki perangkat seperti ponsel pintar. Misalnya, banyak lansia yang sehari-hari berjualan di pasar dan belum bisa membeli tiket secara online. Mereka tetap mengandalkan pembelian langsung di loket, sehingga sering menghadapi risiko kehabisan tiket. Ini menunjukkan bahwa akses terhadap teknologi masih menjadi hambatan nyata dalam menikmati kemudahan globalisasi digital.
Sebaiknya kebijakan digitalisasi tetap mengakomodasi sistem pembelian manual, khususnya bagi kelompok yang belum bisa beralih ke sistem online. Memberikan kuota khusus di loket atau menyediakan petugas yang membantu pembelian tiket secara langsung bisa menjadi solusi supaya semua penumpang mendapat akses yang adil dan nyaman.
Digitalisasi memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari globalisasi dan kemajuan teknologi. Namun, agar manfaatnya benar-benar terasa bagi seluruh masyarakat, pemerintah dan pihak PT KAI perlu memastikan bahwa digitalisasi dilakukan secara inklusif dan tidak memperlebar kesenjangan sosial.
Kalau tidak, kemajuan teknologi justru bisa menjadi penyebab terpinggirkannya sebagian masyarakat dari layanan penting seperti transportasi umum. Oleh karena itu, transformasi digital harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap kebutuhan semua lapisan masyarakat agar Indonesia bisa maju secara adil dan merata di era globalisasi ini.
Penulis : Najwa Alifa Azka
Dosen : Angga Rosidin, S.I.P.,M.A.P
Kaprodi : Zakaria Habib Al-Ra’zie, S.I.P,
.png)
