Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Wabup H. Andreas Bidik Kabupaten Sukabumi Jadi Juara Pertama Ketahanan Pangan Jawa Barat 2027, Peringkat Keempat Jadi Pemacu!

Iki Supratman
Kamis, 05 November 2026
Last Updated 2026-11-05T05:42:57Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

 


Sukabumi – 1detik.asia

Pemerintah Kabupaten Sukabumi memasang target besar dalam memperkuat sektor ketahanan pangan. Tidak ingin berhenti pada capaian yang telah diraih, Kabupaten Sukabumi kini membidik posisi pertama dalam penanganan ketahanan pangan tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2027 mendatang.


Target tersebut disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, saat diwawancarai sejumlah awak media di sela-sela kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia yang berlangsung di Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sukabumi, Kamis (5/11/2026).


Dalam keterangannya, Andreas mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi saat ini berada di posisi keempat dalam penilaian penanganan pangan di Jawa Barat. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan meningkatkan berbagai program strategis di sektor pangan.


"Ke depan kita akan terus meningkatkan upaya penanganan pangan. Mudah-mudahan pada tahun 2027 Kabupaten Sukabumi bisa menjadi juara pertama untuk penanganan pangan di wilayah Jawa Barat," ungkap Andreas.


Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya pangan yang cukup besar. Hal tersebut didukung kondisi geografis dan luas wilayah yang memungkinkan pengembangan berbagai komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga pangan lokal.


Dari sektor pertanian, komoditas beras dan jagung menjadi salah satu kekuatan produksi pangan Kabupaten Sukabumi. Bahkan, hasil produksi beras daerah ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat, tetapi sebagian juga didistribusikan ke luar wilayah Kabupaten Sukabumi.


Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa sektor pertanian Kabupaten Sukabumi memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan pasokan pangan di kawasan Jawa Barat.


Namun demikian, besarnya potensi produksi harus diimbangi dengan pengelolaan yang terencana, mulai dari peningkatan produktivitas pertanian, perlindungan lahan pertanian, ketersediaan sarana produksi, hingga kelancaran distribusi hasil panen.


Di balik optimisme peningkatan produksi pangan, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan perubahan iklim, khususnya dampak musim kemarau yang sebelumnya sempat dikhawatirkan mengganggu sektor pertanian.


Sejumlah tanaman pertanian berpotensi mengalami kekeringan akibat terbatasnya ketersediaan air. Situasi tersebut menjadi perhatian karena keberhasilan produksi pangan sangat bergantung pada kondisi cuaca dan ketersediaan sumber air untuk kebutuhan pertanian.


Andreas menyampaikan, sebelumnya terdapat prediksi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga Februari 2027. Meski demikian, memasuki November 2026, hujan mulai turun di sejumlah wilayah sehingga diharapkan mampu membantu menjaga kondisi tanaman pertanian.


"Alhamdulillah, di bulan November ini sudah mulai hujan. Mudah-mudahan tidak terlalu berdampak besar. Kita berdoa bersama agar kondisi tetap aman dan tanaman padi kita bisa terjaga," tuturnya.


Ia berharap curah hujan yang mulai turun dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan musim tanam, khususnya komoditas padi yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.


Ketersediaan air menjadi faktor penting yang harus diperhatikan agar petani tidak mengalami gangguan produksi akibat perubahan kondisi cuaca. Karena itu, langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan tetap diperlukan guna menjaga stabilitas hasil pertanian.


Lebih jauh, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya diukur dari besarnya hasil produksi pertanian. Ketersediaan pangan harus diikuti dengan kemampuan menjaga distribusi, stabilitas harga, keterjangkauan masyarakat, serta keamanan dan kualitas bahan pangan.


Hal tersebut juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam mendorong pengelolaan potensi pangan secara terpadu.


Dalam kesempatan sebelumnya, Andreas juga menegaskan bahwa Kabupaten Sukabumi memiliki potensi sumber daya pangan yang beragam dan dapat menjadi kekuatan strategis bagi ketahanan pangan Jawa Barat apabila dikelola secara optimal. .


Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, petani, kelompok tani, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.


Momentum peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Sukabumi pun menjadi pengingat bahwa persoalan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Bukan hanya bagaimana menghasilkan bahan pangan dalam jumlah besar, tetapi juga memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.


Dengan potensi beras dan jagung serta sumber daya pangan lainnya, Kabupaten Sukabumi memiliki peluang untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam memenuhi kebutuhan pangan regional.


Kini, target menempati peringkat pertama ketahanan pangan Jawa Barat pada 2027 menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan bagi seluruh jajaran pemerintah daerah.


Publik tentu berharap target tersebut tidak berhenti sebagai sebuah pernyataan optimistis, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program konkret, peningkatan produktivitas pertanian, perlindungan petani, penguatan cadangan pangan, serta distribusi yang semakin merata.


Sebab, keberhasilan ketahanan pangan bukan semata-mata soal peringkat, melainkan sejauh mana pemerintah mampu menjamin ketersediaan pangan dan menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah berbagai tantangan ekonomi maupun perubahan iklim.


Penulis. Iki supratman


iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan