Sukabumi – 1detik.asia
Pemerintah terus mendorong penguatan sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Salah satu kawasan yang menjadi perhatian adalah KNMP Ciwaru, yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan aktivitas perikanan sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.
Keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih di Ciwaru menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan produktivitas nelayan, memperkuat infrastruktur perikanan, serta menciptakan ekosistem usaha kelautan yang lebih tertata dan berkelanjutan.
Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mendorong pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas pendukung merupakan bagian penting untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Berdasarkan data yang disampaikan, aktivitas perikanan di kawasan Ciwaru saat ini melibatkan sebanyak 416 nelayan dengan dukungan 284 unit kapal. Sementara itu, produksi perikanan tercatat mencapai sekitar 150 ton, dengan nilai ekonomi diperkirakan menyentuh Rp1,5 miliar.
Angka tersebut memperlihatkan besarnya potensi ekonomi yang dimiliki sektor perikanan di kawasan pesisir Kabupaten Sukabumi. Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga memberikan nilai tambah bagi nelayan maupun masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor kelautan.
Namun, pengembangan KNMP tidak cukup hanya dengan menghadirkan bangunan dan fasilitas fisik. Pengelolaan kawasan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan sarana penyimpanan hasil tangkapan, hingga kelancaran distribusi dan pemasaran ikan menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi, Sri Padmoko, turut menyoroti pentingnya pembangunan dan penguatan fasilitas penunjang untuk mendukung kegiatan nelayan.
Pengembangan KNMP Ciwaru diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan tangkap sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat pesisir. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh nelayan pemilik kapal, tetapi juga para pekerja perikanan, pedagang ikan, pengolah hasil laut, serta pelaku usaha kecil di sekitar kawasan.
Selain memperkuat sektor perikanan tangkap melalui pembangunan KNMP, pemerintah juga merencanakan pengembangan budidaya ikan air tawar yang menyasar 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi.
Program tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperluas sumber penghasilan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi wilayah yang memiliki peluang pengembangan usaha perikanan budidaya.
Pengembangan budidaya ikan air tawar juga diharapkan mampu memperkuat ketersediaan pangan berbasis sumber daya lokal. Dengan melibatkan masyarakat desa, program ini berpotensi menciptakan aktivitas ekonomi produktif, mulai dari pembenihan, pembesaran ikan, pengolahan, hingga pemasaran hasil budidaya.
Jika dilaksanakan secara terencana dan didukung pendampingan teknis, ketersediaan benih, akses permodalan, serta jaringan pemasaran, sektor budidaya dapat menjadi alternatif usaha yang menopang perekonomian masyarakat di luar wilayah pesisir.
Di balik potensi besar tersebut, keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih membutuhkan pengelolaan yang konsisten dan berkelanjutan. Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar berfungsi, dimanfaatkan oleh masyarakat, serta memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan nelayan.
Penguatan kelembagaan nelayan, peningkatan kapasitas pengelola, perawatan fasilitas, dan keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar KNMP tidak berhenti sebagai proyek pembangunan fisik semata.
Sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Dinas Perikanan, kelompok nelayan, serta pelaku usaha juga diperlukan untuk membangun rantai ekonomi perikanan yang lebih kuat.
Dengan potensi 416 nelayan, 284 unit kapal, dan produksi yang mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar, KNMP Ciwaru memiliki modal penting untuk berkembang sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi perikanan di Kabupaten Sukabumi.
Kini, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh program pembangunan tersebut mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih pada akhirnya bukan sekadar menghadirkan fasilitas baru di kawasan pesisir, melainkan membangun fondasi ekonomi masyarakat nelayan agar lebih produktif, mandiri, memiliki daya saing, dan mampu menghadapi tantangan sektor kelautan dan perikanan di masa mendatang.
Penulis. Iki supratman
.png)

