Cilodong – 1detik.asia
Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Iwan Setiawan, S.E., M.M., melaksanakan kunjungan kerja ke Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad dan Batalyon Infanteri 328/Dirgahayu di Cilodong, Depok, Kamis (29/10/2026).
Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi dan pembinaan satuan, melainkan menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memastikan setiap prajurit Kostrad senantiasa memiliki karakter disiplin, integritas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkostrad memberikan pengarahan kepada para prajurit dengan menitikberatkan pada pentingnya menjaga kehormatan, moralitas, serta jati diri sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD).
Ia mengingatkan bahwa kehormatan seorang prajurit tidak hanya tercermin ketika berada di medan tugas, tetapi juga dari sikap, perilaku, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kedinasan maupun masyarakat.
Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah penggunaan media sosial secara bijak. Prajurit diminta lebih berhati-hati dalam menyampaikan maupun menyebarluaskan informasi di ruang digital agar tidak terjebak dalam perilaku yang dapat merugikan pribadi, keluarga, maupun mencoreng nama baik institusi TNI.
Pangkostrad juga memberikan penekanan khusus terhadap bahaya pinjaman online (pinjol) yang berisiko, praktik judi online, serta penyalahgunaan narkoba. Ketiga persoalan tersebut dinilai dapat menjadi ancaman serius terhadap kehidupan pribadi prajurit, keharmonisan keluarga, dan stabilitas organisasi apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Karena itu, seluruh prajurit diingatkan untuk menerapkan pola hidup sederhana, hemat, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan. Menurutnya, kedisiplinan bukan hanya persoalan kepatuhan terhadap perintah atasan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan menjaga kehormatan sebagai seorang prajurit.
Selain pembinaan mental dan karakter, Pangkostrad turut menyoroti pentingnya peningkatan kemampuan serta profesionalisme keprajuritan. Setiap personel dituntut untuk terus belajar, mengasah keterampilan, meningkatkan kompetensi, dan menjaga semangat pengabdian agar mampu menghadapi berbagai tantangan tugas yang semakin kompleks.
Bagi prajurit yang memiliki keinginan untuk mengembangkan karier dan meraih jenjang kepangkatan yang lebih tinggi, Pangkostrad berpesan agar mempersiapkan diri sejak dini. Peningkatan kemampuan, kedisiplinan, dedikasi, loyalitas, serta prestasi dalam pelaksanaan tugas harus menjadi modal utama dalam membangun karier militer.
Penekanan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa profesionalisme seorang prajurit harus dibuktikan melalui kualitas kerja, kemampuan menjalankan tugas, serta konsistensi dalam memegang teguh sumpah dan janji keprajuritan.
Dalam aspek kesiapan operasional, Pangkostrad juga menegaskan pentingnya pemeliharaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) secara terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Menurutnya, kesiapan personel harus berjalan seiring dengan kesiapan material dan perlengkapan satuan. Pemeliharaan alutsista yang optimal merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kemampuan operasional serta memastikan satuan selalu siap melaksanakan setiap tugas yang diberikan negara.
Pada bagian akhir pengarahan, Pangkostrad mengajak seluruh prajurit untuk membangun lingkungan satuan yang nyaman, harmonis, dan kondusif. Kebersamaan, kepedulian, serta hubungan kekeluargaan antarpersonel harus terus dipelihara guna menciptakan suasana kerja yang sehat dan produktif.
Ia juga mengingatkan agar setiap prajurit menjadikan satuan bukan hanya sebagai tempat menjalankan kewajiban kedinasan, tetapi juga sebagai lingkungan untuk membangun karakter, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat saling mendukung dalam kebaikan.
Kunjungan kerja Pangkostrad ke Madivif 1 Kostrad dan Yonif 328/Dirgahayu ini menjadi bagian dari upaya pembinaan internal untuk memastikan nilai-nilai disiplin, integritas, loyalitas, dan profesionalisme tetap tertanam kuat dalam diri setiap prajurit.
Dengan pembinaan yang berkesinambungan, diharapkan seluruh jajaran Kostrad mampu mempertahankan kesiapan satuan, meningkatkan kualitas pengabdian, serta senantiasa hadir sebagai kekuatan pertahanan negara yang profesional, tangguh, dan dapat diandalkan.
Sumber: Penkostrad.
.png)

