Semarang, 1 Juli 2026 – Sidang putusan sela Bupati nonaktif Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/6), berakhir ricuh. Hakim menolak eksepsi yang diajukan Sudewo, sehingga dua perkara korupsinya dinyatakan lanjut ke pokok perkara. Usai palu diketuk, ratusan pendukung menghadang mobil tahanan, memaksa polisi memindahkan Sudewo ke rantis Baracuda Brimob.
Kronologi di lapangan
• Pukul 14.00-an WIB, usai sidang, KPK dan polisi hendak membawa Sudewo kembali ke lapas. Massa langsung mengepung kendaraan tahanan.
• Terjadi aksi saling dorong. Polisi kemudian mengalihkan Sudewo ke kendaraan lapis baja Baracuda untuk alasan keamanan.
• Massa tetap memblokir jalan. Sejumlah orang bahkan naik ke atas Baracuda sambil meneriakkan "bebaskan". Situasi tegang berlangsung sekitar 90 menit, dengan lemparan botol air ke halaman pengadilan.
• Kericuhan mereda setelah Sudewo berdiri di atas rantis, mengangkat tangan, dan meminta pendukung tenang serta percaya proses hukum.
Video yang beredar memperlihatkan Sudewo memakai rompi tahanan oranye dan kacamata, berbicara dari atas kendaraan di tengah kerumunan yang merekam dengan ponsel.
Apa kata sidang
Dalam pernyataan usai sidang yang direkam Beritajateng.tv, Sudewo menyebut putusan hakim bersifat final, ia akan kooperatif, dan mengklaim memiliki bukti tidak terlibat. Ia juga menegaskan dirinya "amanah" dan "adil", serta membantah tuduhan jual-beli jabatan.
Dua kutub reaksi publik
Kubu pendukung:
• Di ruang tunggu sidang, Sudewo duduk diapit belasan simpatisan berbaju batik, suasana lebih mirip pertemuan keluarga ketimbang terdakwa tipikor.
• Di media sosial, komentar didominasi doa: "Ya Allah semoga pak sudewo bebas tanpa syarat amin", "Semoga bisa memimpin Pati kembali". • Karangan bunga bertuliskan "BUPATI KU BPK. SUDEWO" dan spanduk "Gass sidang ke 4 positif BEBASS!!" dipajang di Jalan Suratmo depan pengadilan.
Kubu pengkritik:
• Di kolom komentar video Beritajateng, nada berbalik keras: "ASUDEWO KORUPTOR BAJINGAN", "Zalim tidak cuma garong", serta seruan agar vonis dijatuhkan.
• Sebagian netizen menuding mobilisasi massa berbayar: "orang pegang duit banyak tahu saja cara menarik hati orang lain", "bisnis karangan bunga laku, yang mendukung dapat duit 150 rb". Kenapa ini penting
Putusan sela bukan vonis akhir, tapi penentu apakah dakwaan jaksa cukup formil untuk disidangkan. Dengan ditolaknya eksepsi, proses pembuktian kasus dugaan korupsi terkait proyek DJKA dan dana desa akan berjalan penuh — dan itu berarti tensi politik di Pati akan tetap tinggi.
Polisi belum merilis jumlah personel yang dikerahkan maupun korban luka. Di lapangan, yang terlihat adalah tarik-menarik klasik di kasus kepala daerah: aparat menjalankan prosedur pengamanan, pendukung melihatnya sebagai kriminalisasi tokoh lokal, dan publik luas menuntut kepastian hukum tanpa tebang pilih.
Sampai kemarin malam, tagar Sudewo masih membelah linimasa Semarang-Pati: separuh mendoakan bebas, separuh lagi menagih penjara. Yang pasti, setelah turun dari Baracuda, Sudewo berhasil melakukan satu hal yang aparat gagal selama satu jam lebih: membuat massanya mundur dengan satu kalimat, "tenang, percayakan pada proses."
Red Jateng
.png)

