![]() |
| Polisi bersama karyawan sedang membersihkan jalan dari timpahan limbah dapur |
SEMARANG – Empat unit kendaraan bermotor dilaporkan terjatuh secara bertubi-tubi di turunan Gombel, tepatnya di depan Angkringan Titik Atas, Jl. Setia Budi, Tinjomoyo, Banyumanik, Selasa (23/6/2026) pagi.
Kecelakaan diduga dipicu oleh ceceran limbah minyak goreng bekas dari saluran drainase dapur Angkringan Titik Atas yang meluber ke badan jalan utama. Akibatnya, ruas jalan di turunan tersebut menjadi licin.
Berdasarkan keterangan seorang perwira polisi di lokasi yang enggan disebutkan namanya, kecelakaan pertama sudah sempat terjadi. Saat itu, ia mengaku telah memperingatkan pemilik angkringan terkait kondisi jalan yang berbahaya. Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan.
“Setelah kejadian pertama, sudah saya ingatkan pemiliknya. Tapi tidak ada tindakan. Akhirnya jatuh korban lagi sampai 4 kali,” ujar perwira tersebut.
Melihat korban berjatuhan, aparat kepolisian yang berada di lokasi akhirnya berinisiatif membersihkan sendiri genangan limbah yang bercampur minyak di tepi jalan. Pembersihan dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sapu.
Dari empat korban kecelakaan, satu orang dilaporkan mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan. Tiga korban lainnya mengalami luka ringan.
Perwira polisi itu juga menyayangkan sikap pemilik Angkringan Titik Atas yang disebutnya “tidak ada etika baik” dalam menyikapi kejadian yang membahayakan pengguna jalan ini.
Desakan ke DLH Kota Semarang
Insiden ini menjadi sorotan warga dan aparat di lapangan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang diminta untuk segera turun tangan dan mengambil tindakan tegas.
“Ini pelajaran bagi dinas terkait agar serius menangani pelanggaran nyata. DLH Kota Semarang dihimbau dapat memberikan teguran keras ke owner Angkringan Titik Atas atas pelanggaran pencemaran limbah yang berdampak langsung terhadap masyarakat yang melintas,” tegas sumber tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Angkringan Titik Atas maupun DLH Kota Semarang terkait insiden ini.
Kronologi Berdasarkan Dokumentasi Lapangan
1. 09:34 WIB: Terpantau anggota kepolisian dan warga mulai membersihkan ceceran limbah di sisi Jl. Setia Budi No.12, tepat di depan Titik Atas. Lalu lintas dari arah atas terlihat padat merayap.
2. 09:35 WIB: Proses pembersihan saluran drainase yang diduga menjadi sumber luapan limbah minyak. Terlihat genangan berwarna kehitaman di tepi jalan.
3. 09:36 WIB: Kondisi saluran air di depan lokasi. Tampak aliran air berwarna gelap dan berminyak keluar dari gorong-gorong menuju jalan.
Turunan Gombel memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kota Semarang karena kontur jalan yang curam dan menikung. Adanya ceceran minyak membuat jalan semakin berbahaya, terutama bagi pengendara roda dua. (Dony W)
.png)

