Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Pemkab Simalungun, Gelar Rakor Percepatan Pelaksanaan dan Pelaporan Kegiatan Aksi Konvergensi Stunting 2026 : Bertekad Wujudkan Daerah Bebas Stunting

Redaksi 1Detik
Senin, 18 Mei 2026
Last Updated 2026-05-18T05:21:37Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

Simalungun, 1detik.asia-

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun terus bergerak tegas, dan terencana menanggulangi stunting demi masa depan generasi bangsa. 

selasa 12/5/2026, Rakor Percepatan Pelaksanaan dan Pelaporan Aksi Konvergensi Penanganan Stunting 2026, digelar di Kantor Bapperida, menjadi tonggak penyatuan langkah, seluruh pemangku kepentingan.


Kegiatan dibuka Sekretaris Bapperida, Lina Oletta Damanik, mewakili Bupati Simalungun,  Dr. H. Anton Achmad Saragih. 


Dalam sambutannya, Bupati Simalungun, menegaskan stunting adalah masalah mendasar akibat kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, yang berisiko menurunkan kualitas kesehatan, dan kecerdasan anak di masa depan.


Penanganan harus berjalan konvergensi, holistik, dan tepat sasaran, melalui lima aksi utama, analisis situasi, penyusunan rencana, penguatan pelaksanaan, evaluasi hasil, dan perumusan kebijakan.


Bupati Simalungun, mengarahkan Tim Satgas dan petugas pelapor, agar bekerja lebih maksimal, tertib, dan inovatif, serta memastikan program masuk dalam dokumen, perencanaan desa.


Hotdiaman Saragih melaporkan, rakor bertujuan memperkuat komitmen, menyelaraskan peran, merumuskan perbaikan, dan menjamin ketepatan pelaporan, di sistem Bangda.


Ober Damanik (Bapperida), sebagai narasumber dalam rakor tersebut menegaskan aksi nyata harus terlihat pada triwulan I 2026, menjelang evaluasi provinsi bulan juli, dan meminta Dinas Kesehatan memantau ketat, dalam pelaporan puskesmas.


Sementara itu, Yeli F. Purba Dinas Kesehatan (DINKES), menyampaikan penanganan berjalan baik, namun pihaknya, masih mengalami berbagai kendala di lapangan. 


Kendala riil meliputi keterbatasan insentif kader, peralatan ukur rusak di 1.333 Posyandu, rendahnya partisipasi masyarakat, dan kesulitan penyaluran makanan tambahan, ke sasaran langunsung


Seluruh masukan ini, menjadi dasar perumusan strategi lebih matang, dengan kebersamaan dan kebijaksanaan, simalungun bertekad mewujudkan wilayah bebas stunting, dan melahirkan generasi sehat, cerdas, serta tangguh di masa depan.


(Donny)

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan