Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Geram Anggotanya Diduga Dianiaya, Forum Cakar Sriwijaya Kepung Kantor FIF Palembang: “Kalau Pelaku Dipelihara, Berarti Perusahaan Ikut Bertanggung Jawab!”

Redaksi
Selasa, 12 Mei 2026
Last Updated 2026-05-12T11:29:45Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

 



1detik.AsiaPalembang – Ratusan massa dari Forum Cakar Sriwijaya mendatangi dan mengepung kantor FIF Group di Jalan Basuki Rahmat, Palembang, Selasa (12/5/2026). Aksi itu dipicu dugaan tindakan arogan yang dilakukan oknum karyawan FIF bernama Jefriansyah terhadap anggota Forum Cakar Sriwijaya, Muhammad Basith.


Massa datang membawa spanduk kecaman, pengeras suara, hingga poster bertuliskan tuntutan pemecatan. Dalam aksinya, mereka mendesak pihak FIF Group segera memecat oknum karyawan yang diduga melakukan penganiayaan dan merusak handphone milik Basith.


Suasana aksi sempat memanas saat massa meneriakkan kecaman terhadap perusahaan yang dinilai lamban mengambil tindakan. Massa bahkan menilai sikap diam perusahaan dapat memunculkan kesan seolah-olah melindungi perilaku arogan oknum karyawannya sendiri.


Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya, Geri, dalam orasinya menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan lagi sekadar konflik biasa, melainkan sudah menyangkut harga diri masyarakat kecil yang merasa diperlakukan semena-mena.


> “Jangan karena memakai atribut perusahaan besar lalu merasa kebal hukum dan bisa bertindak seenaknya terhadap rakyat kecil. Kalau FIF masih mempertahankan oknum seperti ini, masyarakat akan menilai perusahaan sedang memelihara arogansi di dalam tubuhnya sendiri,” tegas Geri disambut sorakan massa.




Ia juga mempertanyakan komitmen FIF terhadap perlindungan konsumen dan etika pelayanan apabila dugaan tindakan kasar terhadap debitur benar terjadi namun tidak disikapi secara tegas.


> “Perusahaan jangan hanya pintar bicara pelayanan dan kepercayaan publik di iklan, tetapi ketika masyarakat menjadi korban malah memilih diam. Publik tidak butuh pencitraan, publik butuh tindakan nyata!” lanjutnya lantang.





Orasi keras turut disampaikan Edi Medan dan Martin. Keduanya menyebut tindakan oknum tersebut telah mencoreng nama perusahaan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.


> “Kalau hari ini debitur diperlakukan seperti ini, siapa yang menjamin besok masyarakat lain tidak mengalami hal serupa? Jangan sampai kantor leasing berubah citra menjadi tempat yang menakutkan bagi rakyat kecil,” ujar mereka dalam orasi panasnya.




Sementara itu, M. Tizan dan Jokarno menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam sampai ada langkah tegas dari perusahaan maupun aparat penegak hukum.


> “Kami tidak datang untuk mencari sensasi. Kami datang membawa kemarahan masyarakat yang muak dengan sikap arogan oknum yang merasa dilindungi jabatan dan perusahaan. Jika tidak ada tindakan tegas, jangan salahkan kalau gelombang aksi akan terus membesar,” tegas keduanya.




Forum Cakar Sriwijaya memastikan akan terus mengawal kasus tersebut hingga tuntas. Massa juga mendesak aparat kepolisian bertindak profesional, transparan, dan tidak tebang pilih dalam menangani laporan dugaan penganiayaan yang kini menjadi perhatian publik di Kota Palembang.


Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat keamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama penyampaian aspirasi berlangsung.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan