Seorang Komandan Security yang bertugas di salah satu lokasi di Kota Jakarta dikenal sebagai sosok yang tidak pernah mengeluh. Ia memiliki kedisiplinan tinggi, loyalitas yang kuat, serta rasa tanggung jawab yang besar dalam setiap tugas yang diemban. Tidak hanya patuh terhadap perintah pimpinan, ia juga merupakan anggota security yang berprestasi.
Kemampuannya tidak terbatas pada aspek pengamanan semata. Ia juga mampu membina anggota, menyelesaikan berbagai permasalahan di lapangan, serta menjaga kekompakan tim. Dengan sikap dan dedikasinya, ia menjadi teladan bagi seluruh bawahannya.
Di luar tugas utama, ia memiliki keterampilan tambahan yang patut diapresiasi, seperti membuat dekorasi, patung, lukisan, hingga mural. Kreativitas ini memberikan nilai tambah, terutama saat kantor atau hotel mengadakan berbagai kegiatan dan event, di mana ia turut berperan aktif dalam menyukseskan acara tersebut.
Sebagai pemimpin, Komandan Security selalu mengajak anggotanya untuk melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Ia berharap, melalui kinerja yang disiplin dan profesional, pimpinan dapat memberikan perhatian lebih, termasuk peningkatan kesejahteraan berupa kenaikan gaji bagi seluruh anggota security.
Namun, selama kurang lebih tiga tahun bertugas, ia belum merasakan adanya perhatian tersebut, baik untuk dirinya sebagai komandan, maupun untuk Danru, Wadan, dan seluruh anggota. Hal ini sempat menimbulkan pemikiran bahwa mungkin masih ada hal yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Dengan tekad yang kuat, ia terus melakukan pembenahan. Kedisiplinan ditingkatkan, sistem kerja diperkuat, serta situasi keamanan dijaga agar tetap kondusif. Hasilnya, keamanan dan disiplin kerja telah berjalan dengan baik.
Meski demikian, masih terdapat kekurangan dalam hal kerapihan anggota. Ia memahami bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh kurangnya kesadaran, melainkan juga dipengaruhi oleh keterbatasan ekonomi. Gaji yang terbatas membuat sebagian anggota mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan perlengkapan kerja, seperti seragam, sepatu, kaos kaki, sabuk, hingga perlengkapan perawatan seperti semir sepatu.
Walaupun anggota kerap menyampaikan keluhan, Komandan Security tetap memberikan semangat dan menjaga kepercayaan diri timnya. Ia selalu bersikap profesional, terutama saat menyampaikan arahan dalam briefing. Dengan tegas namun tetap membangun, ia menyampaikan:
“Perhatian seluruh anggota!
Laksanakan briefing dengan sikap sempurna: siap, tegap, dan fokus!
Tugas kita bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan kenyamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada setiap tamu hotel. Saya tekankan: setiap tamu adalah prioritas. Setiap tindakan kalian mencerminkan nama baik hotel.
Laksanakan tugas dengan prinsip:
Aman: cegah setiap potensi gangguan dan respons cepat terhadap kejadian.
Tertib: jaga area kerja tetap rapi dan terkendali.
Ramah: sapa, senyum, dan bantu tamu dengan sopan.
Profesional: bertindak sesuai SOP, tidak emosional, dan tidak arogan.
Ingat! Security hotel adalah garda terdepan dalam pelayanan, bukan sekadar penjaga.
Terkait keluhan anggota, sudah saya terima dan akan saya sampaikan kepada manajemen. Namun, tidak ada alasan untuk menurunkan kualitas kerja.
Penekanan hari ini:
Standby di pos masing-masing, jangan lengah.
Perhatikan area lobby, pintu masuk, dan area publik.
Bantu tamu dengan cepat dan tepat, tanpa menunggu diminta.
Tangani komplain dengan tenang, dan arahkan ke pihak terkait bila diperlukan.
Hindari konflik, utamakan komunikasi dan solusi.
Setiap anggota wajib:
Berpenampilan rapi dan siap tugas.
Bersikap sopan kepada tamu dan rekan kerja.
Tidak menggunakan HP saat bertugas kecuali untuk kepentingan dinas.
Melaporkan setiap kejadian sekecil apa pun.
Yang tidak disiplin akan ditindak. Yang bekerja baik akan menjadi contoh.
Ingat! Tamu merasa aman karena kita. Tamu merasa nyaman karena sikap kita.
Jaga nama baik hotel, jaga kehormatan profesi!
Siap melaksanakan tugas?”
Dengan kepemimpinan yang tegas, penuh tanggung jawab, dan tetap humanis, Komandan Security tersebut terus berupaya membawa timnya menjadi lebih baik, meskipun di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Seluruh isi dalam pernyataan ini disusun untuk kepentingan verifikasi. Apabila terdapat kesamaan data, nama, atau peristiwa, hal tersebut terjadi tanpa unsur kesengajaan.”

.png)
