(Editor:sawijan WMC)
Seorang Laksamana Muda Angkatan Laut AS yang sudah pensiun, Tim Gallaudet, mengklaim bahwa lautan Bumi mungkin dihuni oleh alien yang memiliki teknologi jauh lebih maju daripada apa pun yang dimiliki manusia saat ini. Dalam sebuah wawancara dengan Popular Mechanics, Gallaudet membahas insiden tahun 2015 yang melibatkan pesawat F/A-18 Angkatan Laut di lepas pantai timur Amerika Serikat, yang kemudian dikenal luas sebagai penampakan "Go Fast" setelah rekaman tersebut dirilis ke publik.
Dalam video tersebut, sebuah objek bergerak cepat tampak sebagai garis putih kecil pada sistem pemantauan pesawat sebelum dengan cepat melaju melintasi lanskap. Gallaudet mengatakan bahwa kejadian tersebut disebarkan secara internal melalui email dengan subjek, “MASALAH KESELAMATAN PENERBANGAN MENDESAK,” yang memperingatkan personel militer tentang pertemuan udara yang tidak dapat dijelaskan dan risiko potensi tabrakan di udara yang melibatkan objek tak dikenal.
Yang paling menarik perhatian Gallaudet adalah pergerakan objek yang luar biasa. Ia berpendapat bahwa kecepatan dan kemampuan manuvernya tampaknya melampaui batas kemampuan rekayasa manusia yang dikenal. Menurutnya, teknologi saat ini tidak dapat menghasilkan kendaraan yang mampu bergerak mulus antara air dan udara dengan kecepatan ekstrem seperti itu, sekaligus melakukan perubahan arah mendadak dan belokan tajam. Laksamana purnawirawan itu menyatakan bahwa kemampuan ini menunjukkan teknologi yang jauh melampaui apa yang dimiliki umat manusia saat ini.
Yang menambah misteri, Gallaudet mengklaim bahwa email dan rekaman terlampir menghilang dari akunnya keesokan harinya tanpa keterlibatannya. Penghapusan yang tidak biasa ini memperdalam kecurigaannya bahwa informasi penting tentang penampakan ini sengaja disembunyikan dari publik dan bahkan dari beberapa pejabat militer.
Minat Baru terhadap Pengungkapan UFO dan Kerahasiaan Pemerintah
Kasus “Go Fast” hanyalah salah satu dari beberapa insiden UFO terkenal yang dilaporkan oleh personel militer selama bertahun-tahun. Contoh lain yang banyak dibahas adalah pertemuan “Tic Tac” tahun 2004 yang melibatkan mantan Komandan Angkatan Laut David Fravor. Fravor menggambarkan menyaksikan sebuah pesawat aneh di dekat pantai San Diego yang tidak memiliki sayap, asap knalpot, atau rotor yang terlihat, namun bergerak dengan kecepatan luar biasa yang dilaporkan melebihi 10.000 mil per jam. Seperti Gallaudet, Fravor berpendapat bahwa pesawat tersebut menunjukkan kemampuan yang tidak sesuai dengan teknologi penerbangan konvensional.
Gallaudet meyakini bahwa pesawat tak dikenal ini kemungkinan dikendalikan oleh bentuk kecerdasan non-manusia yang lebih tinggi. Meskipun ia tidak secara pasti menyebutnya sebagai makhluk luar angkasa, ia berpendapat bahwa pesawat-pesawat itu tampaknya bukan bagian dari dunia alam yang dikenal atau spesies tumbuhan atau hewan yang diakui di Bumi. Ia juga menyarankan bahwa beberapa entitas ini mungkin berasal dari Bumi itu sendiri, mungkin dari wilayah samudra yang belum dijelajahi, meskipun sifat sebenarnya masih belum pasti.
Ketertarikan pada klaim semacam itu semakin meningkat menyusul perhatian publik yang kembali tertuju pada rilis apa yang disebut "File Alien" yang dikaitkan dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Para peneliti dan penggemar UFO semakin percaya bahwa "Hari Pengungkapan" yang telah lama dinantikan pada akhirnya dapat terjadi, sebuah momen ketika pemerintah secara resmi mengungkapkan bukti yang mengkonfirmasi keberadaan kecerdasan non-manusia.
Gallaudet telah berulang kali berpendapat bahwa pemerintah AS menahan informasi penting tentang penampakan seperti "Go Fast" dan "Tic Tac." Dia menekankan bahwa ketidakpastian seputar niat dan asal-usul pesawat-pesawat ini merupakan potensi masalah keamanan nasional. Menurutnya, individu-individu yang terhubung dengan program pemerintah yang dirahasiakan telah mengumpulkan materi dan bukti yang menunjukkan bahwa objek-objek ini memang dikendalikan oleh suatu bentuk intelijen, meskipun motif dan identitas mereka tetap tidak diketahui.

.png)
