(Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA)
Jakarta - 1detik.asia ,"Pernyataan Arifah Fauzi terkait kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur menuai sorotan publik.
Usulan mengenai reposisi gerbong khusus wanita yang disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) tersebut justru memicu polemik di kalangan masyarakat, khususnya para pengguna commuter line.
Alih-alih mendapatkan dukungan, pernyataan itu malah banjir kritik di berbagai platform media sosial. Banyak netizen menilai wacana tersebut mengandung bias gender yang berpotensi menimbulkan persoalan baru dalam kebijakan keselamatan publik. Tak sedikit pula yang beranggapan bahwa sang Menteri kurang memahami kondisi nyata yang dihadapi pengguna transportasi di lapangan.
Pernyataan itupun viral di skin x Salah satunya @Anak_ogi iaengatakan. Mereka nuntut persamaan, giliran seperti ini minta diutamakan.
Kasian laki-laki diminta mati duluan .
Seharusnya perbaiki Sistem sinyal, komunikasi, mitigasi, palang pintu dan sebagainya bkn permasalahkan perempuan atau laki-laki.
Aduh beleng nya.
Menteri PPPA Usul Gerbong Perempuan KRL Dipindah ke Tengah, Laki-laki dibelakang dan Depan.
@HhParuhumS membalas dengan momentary, "Ini Menteri, pasti 'nggak pernah naik KRL...asal komen aja ;coba Menterinya disuruh naik KRL di rush hour, Pak @prabowo biar dia tahu perjuangan kaum wanita untuk dapat transum yg aman dan nyaman...
Pemilihan gerbong pertama dan terakhir bagi Wanita itu, selain untuk memudahkan akses, juga untuk meminimalisir kaum Pria yg salah masuk gerbong...

.png)
