1detik.asia PADANG PANJANG –
Suasana haru dan khidmat menyelimuti prosesi serah terima jabatan (sertijab) Kepala Rumah Tahanan Kelas IIB Kota Padang Panjang (Rutan Padang Panjang), Senin (20/4/2026).
Pergantian kepemimpinan dari Torkis Freddy Siregar kepada Novri Abbas menjadi momentum penting untuk melanjutkan sekaligus memperkuat arah pembinaan warga binaan.
Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah yang diwakili Staf Ahli SDM Faizah, serta perwakilan Polres, TNI, Kejaksaan, KPU, Bawaslu, Dinas Kesehatan, organisasi pers seperti PWI dan PJKIP, hingga jajaran internal Rutan.
Acara juga diwarnai penampilan kesenian Randai oleh warga binaan serta pemutaran video kilas balik masa kepemimpinan Torkis.
Dalam sambutan perpisahannya, Torkis Freddy Siregar menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan bahwa perjalanan memimpin Rutan Padang Panjang penuh dengan dinamika.
“Banyak suka duka yang telah kita lalui bersama. Jika ada tugas yang belum terselesaikan, saya mohon maaf. Semoga Rutan ini ke depan semakin baik,” ujarnya.
Sementara Kepala Rutan yang baru, Novri Abbas, menyatakan kesiapan mengemban amanah dan melanjutkan capaian yang telah dirintis sebelumnya.
Ia mengakui fondasi yang ditinggalkan sudah baik, namun tetap membutuhkan penguatan dan inovasi ke depan.
“Ini tanggung jawab besar bagi saya. Kami butuh dukungan dari semua pihak, baik pemerintah daerah maupun seluruh jajaran, agar Rutan ini bisa lebih maju dan berkualitas,” kata Novri.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan dan pembinaan warga binaan agar lebih produktif dan siap kembali ke masyarakat.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Barat, Kunrat Kasmiri, menekankan bahwa Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai ruang pendidikan dan perubahan.
Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia warga binaan menjadi prioritas utama. Salah satunya melalui program pendidikan bagi warga binaan yang belum menyelesaikan sekolah menengah.
“Warga binaan harus mendapatkan edukasi yang layak. Kita dorong program paket agar mereka memiliki ijazah SMA saat bebas nanti,” tegasnya.
Kunrat juga menyoroti pentingnya inovasi dalam kepemimpinan baru serta sinergi lintas sektor, termasuk dengan unsur Muspida dan insan pers. Ia membuka ruang kritik konstruktif demi kemajuan institusi pemasyarakatan.
“Penjara bukan akhir dari segalanya, melainkan awal perubahan. Kita punya tanggung jawab bersama membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Sertijab ini sekaligus menandai berakhirnya masa jabatan Torkis Freddy Siregar, S.H., M.Hum., yang resmi menyerahkan tongkat komando kepada Novri Abbas, S.H., M.H.
Ketua Persatuan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Kota Padang Panjang, Rifnaldi, turut menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru mampu membawa Rutan ke arah yang lebih baik.
“Semoga Rutan Kelas IIB Padang Panjang semakin maju dan memberikan kontribusi positif ke depan,”
(yp)

.png)

