Kota Palembang tengah diliputi duka mendalam atas wafatnya salah satu ulama karismatik, sosok yang selama ini menjadi inspirasi, panutan, dan teladan bagi masyarakat, yakni Al Habib Usman bin Ahmad bin Ali Al-Kaff.
Suasana haru menyelimuti para murid, jamaah, serta masyarakat luas. Raut wajah kesedihan tampak jelas saat kabar wafatnya beliau menyebar. Iring-iringan pengantar jenazah memadati ruas Jalan Ali Gatmir hingga Jalan Dr. M. Isa, menjadi bukti kecintaan umat kepada beliau.
Jenazah diberangkatkan dari Komplek Azeggaf menuju Majelis Darul Musthofa untuk dishalatkan, kemudian dimakamkan di Gubah Al Habib Ahmad bin Syech Syahab. Beliau wafat pada pukul 13.30 WIB di RS Boom Baru.
Sebelum wafat, almarhum sempat berkumpul bersama para asatidz dan habaib di Markas BG dalam rangka acara penyambutan Ustadz Obed yang baru kembali dari Kalimantan. Meski dalam kondisi kesehatan yang menurun—mengeluhkan sakit di dada sebelah kiri, sesak napas, serta kondisi fisik yang lemah—beliau tetap memaksakan diri untuk hadir dan bersilaturahmi.
Detik-detik menjelang wafatnya menjadi kisah yang menggetarkan hati. Di tengah perbincangan bersama para habaib, beliau tiba-tiba bersandar lemah di pundak Habib Ali Karor Al-Haddad. Awalnya dikira hanya beristirahat, namun kondisi beliau semakin mengkhawatirkan hingga akhirnya segera dilarikan ke rumah sakit.
Dalam perjalanan menuju RS Boom Baru, beliau sempat tidak sadarkan diri. Namun saat mendekati Jembatan Musi 4, beliau kembali sadar dan memimpin orang-orang di dalam mobil untuk melantunkan Qosidah Burdah—amalan yang selama ini selalu beliau ajarkan dan istiqamahkan kepada para muridnya, agar senantiasa bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sesampainya di rumah sakit dan dalam perjalanan menuju ruang UGD, beliau masih melantunkan Qosidah Burdah. Tak lama kemudian, beliau mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir dalam keadaan yang begitu husnul khatimah.
Kepergian beliau meninggalkan duka yang mendalam bagi umat, namun juga menjadi teladan tentang keistiqamahan, kecintaan kepada sholawat, serta akhir hayat yang penuh kemuliaan.
Shollu ‘ala Muhammad
Al-Fatihah untuk Almarhum
.png)
.jpeg)
