Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Dua Periode Kepemimpinan Dinilai Abai, Jalan Rusak Di Gegerbitung Bertahun-tahun Tak Tersentuh Anggaran ‎

Iki Supratman
Kamis, 30 April 2026
Last Updated 2026-04-30T11:24:00Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?

Sukabumi – 1detik.asia

‎Potret ketimpangan pembangunan infrastruktur kembali mencuat di Kabupaten Sukabumi. Warga di wilayah Gegerbitung mengeluhkan kondisi jalan penghubung Pasir Muning hingga Cijurey, khususnya ruas Cijurey–Karangjaya, yang rusak parah dan tak kunjung mendapat penanganan selama lebih dari satu dekade.

‎Kerusakan jalan yang ditandai dengan lubang menganga, permukaan bergelombang, serta genangan air saat musim hujan, kini menjadi hambatan serius bagi aktivitas masyarakat. Jalur tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan beberapa titik permukiman dan menjadi urat nadi mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun layanan kesehatan.

‎Ironisnya, di tengah kondisi yang semakin memburuk, harapan warga terhadap perbaikan justru terus pupus. Aspirasi yang secara rutin disampaikan melalui forum Musrenbang setiap tahun tak pernah berujung pada realisasi anggaran.
‎“Sudah dari zaman bupati sebelumnya sampai sekarang, usulan itu terus kami sampaikan. Tapi hasilnya tidak pernah ada. Seolah hanya didengar saat rapat, lalu dilupakan begitu saja,” ujar salah seorang warga, Kamis (30/4/2026).

‎Akses Vital yang Terabaikan
‎Jalan Cijurey–Karangjaya bukan sekadar infrastruktur biasa. Bagi masyarakat desa, jalan tersebut menjadi jalur utama distribusi hasil pertanian, akses pelajar menuju sekolah, hingga rute penting bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

‎Namun kondisi jalan yang rusak berat membuat aktivitas tersebut terganggu. Saat musim hujan, jalan berubah licin dan berlumpur, meningkatkan risiko kecelakaan. Sementara di musim kemarau, debu tebal menjadi masalah baru yang mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga.

‎Situasi ini menambah beban ekonomi masyarakat, terutama bagi para petani dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada kelancaran distribusi barang.
‎Pemerintah Desa Sudah Berupaya
‎Kepala Dusun Cipariuk 2, Desa Cijurey, Ahmad Jajuli, membenarkan bahwa kondisi infrastruktur di wilayahnya memang sudah lama memprihatinkan dan menjadi keluhan utama warga.

‎“Betul, jalan itu sudah lama rusak dan hampir setiap waktu dikeluhkan masyarakat. Bahkan bukan hanya jalan, di depan kantor desa juga ada gorong-gorong yang rusak dan bolong, sehingga aliran air tersumbat dan berpotensi menimbulkan genangan,” jelasnya.

‎Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tidak tinggal diam. Berbagai langkah telah ditempuh, mulai dari pengajuan proposal hingga penyampaian aspirasi dalam forum resmi. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut konkret dari pemerintah kabupaten.

‎Ketimpangan Pembangunan Dipertanyakan, kondisi ini memicu kekecewaan yang lebih luas di kalangan masyarakat. Mereka menilai adanya ketimpangan dalam distribusi pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Sejumlah wilayah dinilai mendapatkan prioritas lebih, sementara daerah lain seperti Cijurey justru terpinggirkan

“Jangan sampai pembangunan ini pilih kasih. Kami juga warga Kabupaten Sukabumi, punya hak yang sama untuk mendapatkan jalan yang layak,” tegas warga lainnya.

‎Kekecewaan tersebut semakin menguat ketika melihat kondisi jalan yang terus memburuk dari tahun ke tahun tanpa adanya perbaikan signifikan.
‎Musrenbang Dinilai Sekadar Formalitas
‎Lebih jauh, warga mulai mempertanyakan efektivitas forum Musrenbang sebagai sarana penyerapan aspirasi masyarakat. Jika usulan yang disampaikan secara konsisten selama bertahun-tahun tidak pernah direalisasikan, maka forum tersebut dinilai hanya menjadi formalitas administratif.

‎“Kalau setiap tahun diusulkan tapi tidak pernah direalisasikan, lalu untuk apa Musrenbang itu? Kami butuh bukti, bukan sekadar janji,” ungkap warga.

‎Ancaman terhadap Kepercayaan Publik
‎Persoalan ini tidak hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek keadilan pembangunan dan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Ketika aspirasi masyarakat terus diabaikan, maka yang tergerus bukan hanya kondisi fisik jalan, tetapi juga legitimasi moral pemerintah di mata rakyat.

‎Warga Desa Cijurey kini hanya berharap adanya langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk segera memperbaiki jalan rusak tersebut, sekaligus membenahi gorong-gorong yang berpotensi menyebabkan banjir dan kerusakan lebih lanjut. jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan akan terus memburuk dan memperdalam kesenjangan pembangunan antarwilayah.

‎Bagi masyarakat di pelosok seperti Cijurey, tuntutan mereka sederhana: akses jalan yang layak dan perhatian yang setara. Tanpa itu, janji pembangunan yang selama ini digaungkan hanya akan menjadi retorika kosong di tengah realitas yang mereka hadapi setiap hari.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan