Semarang - Aliansi Mahasiswa Jawa Tengah menyoroti adanya peredaran Mafia solar ilegal di Demak Selaku kontrol sosial publik dengan berbekal data yang sudah dimiliki, Aliansi mahasiswa memohon kepada Kapolri agar dapat menindak tegas agontanya yang terlibat di dalam bisnis Mafia solar.
SDN disebut-sebut sebagai Raja Mafia solar terbesar di wilayah Demak yang masih tercatat aktif sebagai Polisi di Polres Demak. SDN seorang oknum anggota Polri yang ditengarai memiliki kekayaan fantastis, yang diperoleh dari bisnis Mafia solar dari hasil pencucian uang SDN dapat memiliki beberapa rumah mewah, tempat hiburan karaoke, dan tiga gudang besar di wilayah Wonosalam Demak beserta beberapa armada truk tangki kapasitas 5Kl dan 8 Kl yang selalu berganti-ganti nama perusahaan.
"Langkah awal Mahasiswa bersurat kepada Kapolri memohon agar menindak tegas anggotanya yang melakukan bisnis Mafia Solar/BBM subsidi, bila Bapak Kapolri tidak berani mengambil tindakan tegas terhadap jajarannya yang dengan sengaja mencoreng institusi POLRI dengan melakukan Perbuatan Melawan Hukum dengan merugikan negara Miliaran Rupiah maka Mahasiswa berencana melakukan longmarch (berjalan kaki) dari dengan titik kumpul Pertamina More 4 untuk menyampaikan pendapat dan mendesak Pertamina More 4 agar menindak SPBU nakal dan menghentikan suplay solar subsidi serta menghentikan kegiatan oprasi SPBU nakal tersebut, serta mendesak Pertamina agar membuka akses CCTV pantau pompa SPBU kepada publik, dengan tujuan agar masyarakat bisa turut serta mengawasi adanya dugaan permainan SPBU nakal dengan kaki tangan para Mafia solar. Dilanjutkan menuju POLDA Jawa Tengah beberapa perwakilan dari Mahasiswa menghadap ke Kapolda guna melaporkan oknum Polisi yang nama - namanya sudah mereka (Mahasiswa) kantongi, mendesak Kapolda Jawa Tengah untuk mengambil tindakan tegas terhadap anggotanya yang nakal" Keterangan dari salah satu kordinator lapangan Aliansi Mahasiswa.
Mahasiswa berjanji akan tegak lurus mengawal kasus ini sampai dengan tuntas, Bila memang perlu Mahasiswa mengajak Masyarakat Jawa Tengah untuk turun ke jalan menyuarakan pendapatnya demi terciptanya transparansi pendiatribuaian BBM subsidi tepat sasaran dan meminimalisir kerugian negara atas dugaan pencurian BBM bersubsidi yang di kordinir oleh Bos besar Mafia wilayah Jawa Tengah(Siti)
.png)

