Palembang – Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan (Sumsel)GERI HARI WIJAYA, mendesak Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan untuk segera menertibkan maraknya truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang masuk ke dalam Kota Palembang sebelum waktu operasional yang ditentukan.
Menurutnya, keberadaan truk-truk ODOL yang beroperasi tidak sesuai aturan tersebut telah menyebabkan meningkatnya angka kecelakaan lalu lintas serta mempercepat kerusakan sejumlah ruas jalan di Kota Palembang.
“Kami melihat semakin hari semakin banyak truk ODOL yang masuk kota belum pada waktunya. Dampaknya sudah jelas, kecelakaan meningkat dan jalan-jalan di Palembang banyak yang rusak,” tegasnya.
GERI,juga menyoroti kendaraan-kendaraan truk tersebut bahkan terparkir hingga dua lapis kalau malam hari di jalan Noerdin panji hingga memakan badan jalan, sehingga mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lain.
GERI menjelaskan meskipun lokasi tersebut berada di wilayah Kota Palembang, namun status Jalan Noerdin Panji merupakan jalan milik provinsi. Karena itu, menurutnya, tanggung jawab penanganan tidak bisa saling dilempar antara pemerintah kota dan provinsi ujar nya.
GERI juga meminta agar Dinas Perhubungan Kota Palembang dan Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan segera membuka ruang mediasi bersama Forum Cakar Sriwijaya Sumsel mewakili dari masyarakat, dengan memanggil perusahaan-perusahaan pemilik truk ODOL tersebut.
“Kami meminta Dishub Kota dan Dishub Provinsi duduk bersama dengan kami Forum Cakar Sriwijaya Sumsel dan memanggil perusahaan pemilik kendaraan untuk mencari solusi. Jangan sampai antara Dishub Kota dan Dishub Provinsi saling melempar ranah permasalahan ODOL,” katanya.
Ia menambahkan, solusi yang dapat dibahas dalam mediasi tersebut antara lain pengaturan jam operasional truk serta penyediaan lokasi parkir khusus yang aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
“Ayo kita duduk bersama memecahkan permasalahan ini. Kita panggil pemilik perusahaan mobil tersebut dan carikan solusi terbaik, baik mengenai jam operasional maupun tempat parkir yang aman. Kalau hanya saling lempar masalah, persoalan ini tidak akan pernah selesai,” pungkasnya.
.png)

