Bahaya Mengintai Setiap Saat Jembatan Belly di Keramasan Butuh Perhatian Serius Pemerintah dan Realisasi Perbaikan Secepatnya
Palembang, -1detik.asia
Keluhan masyarakat Kelurahan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Seberang Ulu 1, Palembang, kini mencapai titik didih. Jembatan Keramasan (Jembatan Beli) di Jalan Putri Dayang Rindu yang telah rusak parah selama puluhan tahun kini kondisinya kian mencekam, namun hingga detik ini belum ada tindakan nyata dari instansi terkait, Jum'at ( 20 /02 /26 )
Kondisi lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah dalam keadaan lapuk, berlubang, dan bergoyang setiap kali dilintasi kendaraan. Warga menilai pemerintah setempat seolah menutup mata terhadap potensi tragedi kemanusiaan yang mengintai di jalur tersebut.
Kritik Tajam & Fakta di Lapangan:
Pembiaran Massal: Perbaikan permanen tidak pernah menyentuh jembatan ini selama berpuluh-puluh tahun. Masyarakat mempertanyakan ke mana larinya anggaran pemeliharaan infrastruktur untuk wilayah Seberang Ulu 1.
Dengan kondisi kayu yang rapuh, jembatan ini bukan lagi sarana transportasi, melainkan “perangkap maut” bagi pengendara motor maupun pejalan kaki yang terpaksa melintas.
Ketimpangan Pembangunan: Warga Keramasan merasa dianaktirikan. Di saat pusat kota dipercantik, akses vital di wilayah mereka dibiarkan membusuk tanpa ada solusi konkret.
Desakan Kepada Instansi Terkait (PUPR/Pemkot Palembang/Pemprov Sumsel):
Masyarakat Keramasan menuntut jawaban tegas: “Apakah harus terjadi korban jiwa dulu baru ada perbaikan?”
Kami mendesak agar:
Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) segera melakukan audit struktur dan perbaikan darurat sebelum jembatan benar-benar ambruk.
Gubernur/Walikota turun langsung ke lokasi untuk melihat bagaimana rakyatnya bertaruh nyawa setiap hari.
Transparansi Anggaran: Segera umumkan kapan renovasi total jembatan ini akan masuk dalam skema pembangunan tahun ini.
”Kami bosan dengan janji atau sekadar survei tanpa realisasi.
Jembatan ini adalah urat nadi kami. Jika terus dibiarkan, jangan salahkan warga jika muncul mosi tidak percaya terhadap pemerintah daerah,” tegas salah satu tokoh masyarakat setempat.
Dari pantauan awak media senada dengan apa yang menjadi keluh kesah masyarakat yang sering melalui jembatan tersebut yang memang akses utama , terutama bagi anak - anak sekolah yang dari arah sebrang keramasan yang mau bersekolah ke SMP 25 satu satunya jalan terdekat mesti melalui Jembatan belly , pemerintah terkait mesti segera turun tangan dan segera merealisasikan perbaikannya jangan sampai ada korban lagi akibat dari kondisi jembatan tersebut memperihatinkan . ( Agung)
.png)

