Tanjungbalai, 1detik.asia - Siapa sangka, dari keluarga petani, lahir seorang putra bangsa yang kini berdiri sejajar dengan qori terbaik dunia. Seorang anak petani asal Kabupaten Asahan berhasil menembus Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional yang digelar di Qatar, membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
Semangatnya tak pernah surut. Sejak duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar, orang tua Daut Sitorus meminta agar anaknya belajar dan mendalami ilmu Al Quran. Dengan tekad kuat, kesabaran, dan doa orang tua, langkahnya terus menanjak hingga akhirnya lolos seleksi MTQ Internasional di Qatar yang begitu ketat.
Prestasi ini menjadi bukti nyata meskipun anak seorang petani dan lahir di Desa bukan penghalang untuk bermimpi besar. Dari Desa, suaranya kini menggema di forum internasional, bersaing dengan qari terbaik dari berbagai negara.
MTQ Internasional Qatar merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan para pecinta Al-Qur’an dari seluruh dunia. Keikutsertaannya tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga simbol harapan, bahwa dari desa, dari sawah, dan dari keterbatasan, lahir generasi Qur’ani yang mampu mengharumkan nama bangsa.
Muhammad Daud Sitorus lahir pada tanggal 3 November 2002 di Dusun tiga Desa Sei Nangka Kecamatan Sei Kepayang Barat Kabupaten Asahan dari pasangan orang tua yaitu ayah Khalet Sitorus dan ibu Zainab Ritonga. Daud sapaan akrab merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Muhammad Daud Sitorus juga merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).
MTQ Internasional Qatar diikuti 100 peserta dari berbagai negara seperti Maroko, Mesir, Libya, Suriah, Iran, Tanzania, Pakistan, Afghanistan, Bangladesh, Brunei Darussalam, Malaysia, Irak, Lebanon dan Indonesia. Dari indonesia 9 orang dan Muhammad Daud satu-satunya Putra Asal Kabupaten Asahan mewakili Provinsi Sumatera Utara.
Saat dikonfirmasi via Whatsapp, Daud mengatakan bahwa babak penyisihan melawan Negara Mesir, maroko, iran, Brunei Darussalam, lebanon dan Ia mendapatkan Peringkat Pertama dengan nilai 96,40. Babak Semifinal melawan negara, Maroko, Mesir, Suriah, Libya, Lebanon, Daud Sitorus peringkat Ke 2 dengan nilai 96,8 dan Lebanon dengan nilai 97.
“Kepada orang tau saya, terimakasih sudah mensupport mendukung dan mendoakan saya sebab tanpa mereka saya bukan siapa-siapa dan sehingga saya bisa sampai bertanding di MTQ Internasional Qatar,” ujar Muhammad Daud Sitorus. Selasa (6/1/2026).
Lebih lanjut, Ia juga tidak lupa berterimakasih kepada Guru Alquran saya yang telah membimbing saya dalam membaca alquran yaitu Ustadz Heri Candra Matondang, Ustadz Ramlan Panjaitan, Ustadz Arham Sinaga, Ustadz Gamal Abdul Nasir Lubis, Ustadz Zaini Lubis, Ustadz Adli Ashari Nasution, Ustadz Darwin Hasibuan, dan Ustadz Hadromi Nasution.
Ia berharap kepada Pemerintah Sumut dan Kabupaten Asahan, agar dapat membuka tempat pelatihan dan pembinaan al quran khususnya di bidang tilawah al quran serta Tajwid.
“Kalau bisa, satu minggu atau tidak 3 hari, agar peserta khususnya Provinsi Sumut dapat menghasilkan prestasi yang luar biasa di tingkat Nasional maupun Internasional.” ucapnya.
.png)

