Tanjungbalai, 1detik.asia - Kinerja Polres Tanjungbalai kembali menuai sorotan. Sejumlah kalangan masyarakat menilai aparat kepolisian lamban dalam menangani berbagai kasus kriminal yang terjadi di wilayah hukum Polres Tanjungbalai.
Kritik tersebut muncul menyusul belum adanya kejelasan penanganan laporan pencurian yang meresahkan warga. Meski laporan telah disampaikan sejak satu bulan lalu, perkembangan kasus dinilai Lambat dan jalan di tempat .
Gerakan Pemuda Pembangunan Indonesia (GPPI), M. Ryanda Panjaitan, mengaku kecewa dengan proses penegakan hukum yang dinilai Kurang maksimal. Menurutnya, korban kerap kali harus menunggu lama tanpa adanya kepastian hukum .
“Laporan sudah masuk ( Sesuai Prosedur ) , tapi sampai sekarang belum ada informasi yang jelas. Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami masyarakat kota Tanjungbalai sejauh mana keseriusan polisi menangani kasus kriminal di kota Tanjungbalai,” ujarnya. Jumat (1/1/2025).
Ia juga menyampaikan, tidak sedikit masyarakat yang enggan untuk melaporkan jika kerugian dibawah dua juta, karena proses yang lambat dan penanganan kasus yang tidak jelas.
“Masyarakat butuh perlindungan dari segala tindak kejahatan, berikan masyarakat rasa aman untuk melakukan aktivitas. Jangan hanya numpang foto seakan-akan kegiatan tersebut bersifat "CEREMONY belaka. Apakah harus menunggu masyarakat yg bertindak dan main hakim sendiri,” kata Ryanda.
Lambannya penanganan kasus kriminal ini dinilai berdampak pada menurunnya rasa aman di tengah masyarakat Tanjungbalai. Warga berharap Polres Tanjungbalai dapat lebih responsif, transparan, dan profesional dalam menindaklanjuti setiap laporan yang masuk tanpa tebang pilih.
.png)

