Binjai, 1 detik asia
Ratusan guru SD dan SMP ikuti Bimbingan Teknis pada tahun 2026, Peningkatan Kapasitas dan Kompetensi Meneliti, Menulis Dan Publikasi Karya Ilmiah, Kepala Sekolah dan Guru SD dan SMP Bersertifikasi se Kota Binjai Provinsi Sumatra Utara diadakan di Graha Gardopa Hotel Dan Convention Kota Binjai.
Yang hadir sebanyak 137 orang pada hari Senin tanggal 26 Januari 2026 mengikuti kegiatan Pendidikan dan pelatihan terhadap peningkatan Kompetensi Meneliti, Menulis, Dan Publikasi Karya Ilmiah.
Namun demikian, kekhawatiran peserta tidak sepenuhnya hilang. Biaya pendaftaran yang dinilai tinggi menjadi salah satu faktor utama yang menimbulkan pertanyaan di kalangan para guru / kepala sekolah di Kota Binjai.
Dengan tarif Rp 750.000 per peserta dan jumlah peserta sekitar 137 orang, total dana yang terkumpul diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Biaya pendaftarannya besar sekali. Itu yang membuat kami khawatir. Apalagi kalau dilihat dari pelaksanaannya,” tambahnya.
Hal ini dinilai tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh para guru/kepala sekolah, terlebih kegiatan tersebut dilaksanakan di hotel Graha Gardopa Hotel Dan Convention Kota Binjai.
“Pesertanya sekitar 137 orang. Kalau dilihat dari sisi manfaat, kami merasa biayanya terlalu mahal,” ujarnya salah satu peserta yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Beberapa peserta juga menilai bahwa kegiatan peningkatan kapasitas seperti bimtek memang penting, namun seharusnya diselenggarakan secara lebih efisien dan transparan.
“Kami bukan menolak bimtek, karena itu penting. Tapi harusnya biayanya wajar dan jelas peruntukannya, supaya kami juga tidak was-was,” kata guru lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana kegiatan belum memberikan keterangan resmi terkait rincian penggunaan anggaran, dasar penetapan biaya peserta, serta alasan pemilihan lokasi kegiatan di hotel.
Para guru / kepala sekolah berharap ke depan kegiatan serupa dapat dievaluasi oleh pihak terkait agar pelaksanaannya lebih terbuka, terjangkau, dan benar-benar memberikan manfaat bagi aparatur desa.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang dan tidak terbebani kekhawatiran. Transparansi itu penting supaya tidak menimbulkan prasangka,” pungkasnya.(Ml)
.png)

