Tanjungbalai, 1detik.asia - Ketua Gerakan Pemuda Pembangunan Indonesia (GPPI) Kota Tanjungbalai, M. Ryanda Panjaitan, mengutuk keras sikap Polres Tanjungbalai yang dinilai tidak transparan dan cenderung pilih-pilih dalam memberikan informasi kepada wartawan.
Ryanda yang biasa di panggil Wak Gond menegaskan, sikap tertutup aparat kepolisian, khususnya dalam penyampaian informasi penanganan perkara, informasi terkait situasi pengamanan NATARU bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik dan semangat kemitraan dengan pers.
“Polres adalah institusi publik sebagaimana yang selalu menyebutkan POLRI PRESISI adalah akronim dari PREdiktif responSibilitas dan transparanSI berkeadilan , bukan lembaga tertutup. Informasi tidak boleh dimonopoli atau hanya diberikan kepada wartawan tertentu,” ujar Ryanda.
Ia menyebut, keluhan wartawan soal sulitnya mengakses informasi dari Polres Tanjungbalai bukan baru ini terjadi bahkan sudah sering terjadi. Contoh nya Dalam sejumlah kasus kriminal yang menjadi perhatian masyarakat, wartawan kerap tidak mendapatkan penjelasan resmi.
Menurutnya, praktik tebang pilih informasi berpotensi mencederai independensi pers dan membuka ruang kecurigaan publik terhadap kinerja kepolisian.
“Kalau informasi ditutup atau dipilah-pilah, publik wajar bertanya- tanya: apa ada yang disembunyikan?” ucapnya. Jumat (2/1/2025).
Ryanda mengingatkan, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik mewajibkan setiap badan publik, termasuk kepolisian, untuk memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat secara terbuka , Akuntabel , dan adil .
Ketua GPPI Tanjungbalai itu juga mendesak Kapolres Tanjungbalai segera membenahi pola atau cara berkomunikasi internal dan memastikan seluruh jajaran humas bersikap profesional, terbuka, serta tidak diskriminatif terhadap insan pers.
“Pers bukan lawan, tapi mitra dan perpanjangan Lidah dari setiap penyampaian informasi publik agar masyarakat mudah mengakses berita di era zaman Teknologi yang semakin pesat perkembangan nya. Namun kemitraan hanya bisa terwujud jika ada keterbukaan dan keadilan.” kata M. Ryanda Panjaitan Ketua GPPI Tanjungbalai.
.png)

