Pematangsiantar, 1detik.asia-
Harga cabai merah di Kota Pematangsiantar terus mengalami kenaikan hingga menembus Rp70.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit, cabai hijau, dan sejumlah jenis bawang justru mengalami penurunan.
Di Pasar Tradisional Dwikora Pematang Siantar, Sabtu 31/10/2026, aktivitas jual beli bahan pangan pokok, berlangsung seperti biasanya, namun perubahan harga sejumlah komoditas, menjadi perhatian, terutama kenaikan harga cabai merah, di tengah kondisi ekonomi masyarakat sekarang ini, yang belum sepenuhnya stabil.
Harga cabai merah, yang sebelumnya berkisar sampai Rp53.000, hingga Rp55.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp68.000, hingga Rp70.000,
per kilogram.
Boru batak, salah seorang pedagang cabai tersebut, mengatakan harga cabai merah saat ini sulit diprediksi, berdasarkan informasi dari agen tersebut, kenaikan tersebut, dipicu terbatasnya pasokan cabai merah.
Sekarang ini, harga cabai benar-benar tidak stabil, agen bilang pasokan terbatas, jadi jangan kaget, kalau memang harga bisa berubah dalam sehari.
Berbeda dengan cabai merah, harga cabai rawit dan cabai hijau justru mengalami penurunan, cabai rawit yang sebelumnya dijual Rp60.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp50.000, per kilogram.
Sementara itu, harga cabai hijau mengalami penurunan cukup signifikan, dari sebelumnya Rp45.000, menjadi Rp25.000 per kilogram.
Penurunan harga, juga terjadi pada komoditas bawang, Boru Batak pedagang lainnya, mengatakan harga bawang merah, yang sebelumnya mencapai Rp32.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp16.000, hingga Rp18.000, per kilogram.
Ada pun harga bawang putih juga, mengalami penurunan, dari Rp32.000 menjadi Rp26.000 per kilogram.
Perubahan harga sejumlah bahan pokok tersebut turut, dirasakan masyarakat, siti salah satu, seorang pembeli di Pasar Dwikora, mengaku hanya bisa pasrah aja, melihat kondisi sekarang, menghadapi kondisi harga yang terus berubah.
Ia berharap pemerintah turun tangan, untuk menjaga kestabilan harga bahan pokok, agar bisa, tidak semakin membebani masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Kondisi sekarang ini, lebih parah dari waktu pandemi Covid dulu.l, entah ini disengaja pedagang besar atau bagaimana, tidak tahu juga, yang bisa cuma pasrah aja, kata ibu siti, sambil menghela napas tersebut.
(Donny)

.png)

