Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Kabut Asap Karhutla Mengancam Luwu Utara, LSM LIRA Desak Pemkab Liburkan Sekolah dan Batasi Aktivitas Luar Ruangan

Yosias Tombela
Kamis, 15 Oktober 2026
Last Updated 2026-10-15T05:35:50Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?


LUWU UTARA — Ancaman kabut asap kiriman akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan Papua mulai merambah Kabupaten Luwu Utara. Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Luwu Utara mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara mengambil langkah konkret.


Perwakilan DPD LSM LIRA Luwu Utara, Ichsan alias Roby, menegaskan penanganan kabut asap tidak boleh hanya sebatas imbauan penggunaan masker. Menurutnya, kondisi ini harus menjadi perhatian serius pemerintah dari pusat hingga daerah.


"Kabut asap kiriman dari Kalimantan dan Papua akibat Karhutla ini harusnya menjadi perhatian utama pemerintah, dari pusat hingga daerah. Langkah preventif yang diambil Pemkab Luwu Utara tidak boleh dianggap remeh atau sekadar imbauan pakai masker," ujar Ichsan.


LIRA menilai, kelompok paling rentan terdampak adalah anak-anak usia sekolah. Karena itu, pihaknya mendorong Pemkab segera menerbitkan kebijakan fundamental yang berpihak pada keselamatan masyarakat.


Adapun dua desakan utama yang disampaikan yakni, pembatasan aktivitas masyarakat di luar ruangan dan peliburan sementara kegiatan belajar mengajar atau pengalihan ke sistem dalam jaringan (daring).


Desakan tersebut didasari risiko kesehatan serius akibat paparan asap Karhutla. Partikel halus dan gas berbahaya dalam asap diketahui dapat memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), memperparah penyakit kronis seperti asma, bronkitis, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).


Selain gangguan pernapasan, paparan asap juga menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, penurunan fungsi paru-paru, kelelahan fisik, iritasi kulit, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang. Abu sisa kebakaran juga berpotensi mencemari sumber air terbuka dan makanan.


"Mengingat banyaknya dampak kesehatan yang mengintai, khususnya bagi anak-anak yang aktivitas fisiknya tinggi, kami dari LIRA Luwu Utara mendorong Pemkab Lutra — melalui Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan BPBD — untuk segera mengambil tindakan nyata sebelum kualitas udara semakin memburuk dan memakan korban," tegas Ichsan.


Hingga berita ini diterbitkan, LIRA Luwu Utara masih menunggu langkah resmi Pemkab Luwu Utara dalam menyikapi ancaman kabut asap tersebut.

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan