Binjai, 1detik asia
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Binjai menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Gereja Bethany Binjai yang diselenggarakan pada Kamis (25/9). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam mendukung kebebasan beragama sekaligus memperkuat semangat toleransi di Kota Binjai.
Prosesi peletakan batu pertama berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari jajaran Walikota Binjai, Wakil Walikota Binjai, Kejari Binjai, Kapolres Binjai, Dandin 0203Langkat/Binjai dan tokoh agama, pejabat pemerintah, hingga tokoh masyarakat.
Kehadiran Ketua FKUB Kota Binjai mencerminkan komitmen lembaga tersebut dalam mendukung terciptanya kehidupan beragama yang harmonis serta menjalin hubungan yang baik antar umat beragama. Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, saling menghormati, dan semangat persaudaraan sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.
Pembangunan Gereja Bethany Binjai diharapkan dapat menjadi sarana ibadah yang representatif bagi umat Katolik, khususnya keluarga besar TNI dan Polri, sekaligus menjadi simbol kuatnya semangat persatuan dalam keberagaman. Proses peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan rumah ibadah yang telah melalui berbagai tahapan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan fasilitas keagamaan. Mereka menilai bahwa pembangunan rumah ibadah bukan hanya menghadirkan tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang pembinaan moral, spiritual, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, pembangunan gereja tersebut diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ketua FKUB Kota Binjai Drs. H. Hamidan, S.S.,M.M.. menegaskan bahwa keberadaan rumah ibadah bagi seluruh umat beragama merupakan bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara yang harus dijaga bersama. Menurutnya, FKUB memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi, memperkuat dialog, serta memfasilitasi terciptanya hubungan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan menjaga persaudaraan sebagai modal utama dalam membangun Kota Binjai yang damai.
Kehadiran berbagai unsur lintas agama dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat toleransi tidak hanya diwujudkan dalam bentuk dialog, tetapi juga melalui dukungan nyata terhadap kebutuhan setiap pemeluk agama. Nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat dalam memperkuat persatuan dan kerukunan, ungkasnya.
Hamidan juga menambahkan peletakan batu pertama Gereja Bethany Binjai, menjadi salah satu momentum yang memperlihatkan eratnya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kehidupan yang rukun dan harmonis. Kegiatan ini sekaligus mempertegas bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebangsaan. Melalui kolaborasi yang terus dibangun, diharapkan setiap proses pembangunan rumah ibadah di Kota Binjai dapat berlangsung dalam suasana damai, saling menghormati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Semangat toleransi yang tercermin dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting untuk memperkokoh persatuan di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat. Dengan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan, Kota Binjai diharapkan terus menjadi contoh daerah yang mampu merawat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.(Mul)
.png)



