Jelajahi

Kategori
Best Viral Premium Blogger TemplatesPremium By Raushan Design With Shroff Templates

Iklan

Gebrakan BNNP Sumsel: 45,5 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Ratusan Cartridge Etomidate Dimusnahkan

Redaksi
Jumat, 18 September 2026
Last Updated 2026-09-18T10:07:05Z
Premium By Raushan Design With Shroff Templates
BUTUH BANTUAN HUKUM ?



 

Gebrakan BNNP Sumsel: 45,5 Kg Sabu, Ribuan Ekstasi dan Ratusan Cartridge Etomidate Dimusnahkan

PALEMBANG, -Amperaupdate.com


Komitmen perang terhadap narkoba kembali ditunjukkan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan. BNNP Sumsel memusnahkan barang bukti narkotika hasil pengungkapan jaringan lintas negara Malaysia-Palembang-Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).


Kegiatan pemusnahan dilaksanakan pada Kamis (17/9/2026) di halaman Kantor BNNP Sumsel dan dipimpin langsung oleh Kepala BNNP Sumsel, *Brigjen Pol. Hisar Siallagan*. Turut hadir dan menyaksikan proses pemusnahan Gubernur Sumatera Selatan *H. Herman Deru* beserta perwakilan Forkopimda, Polda Sumsel, Kejaksaan, Pengadilan, BPOM, dan instansi terkait lainnya.


Adapun narkotika yang dimusnahkan berupa *45,5 kilogram sabu-sabu kristal, 9.439 butir pil ekstasi, serta 140 cartridge vape berisi cairan etomidate*, yang merupakan narkotika jenis baru yang mulai marak disalahgunakan.


*Sumsel Darurat Pecandu*


Dalam keterangannya, Brigjen Hisar menegaskan bahwa langkah pemusnahan merupakan bagian penting dari siklus penegakan hukum agar barang haram tersebut tidak kembali beredar atau disalahgunakan.


“Mudah-mudahan dengan upaya yang kita lakukan ini dan terus dilakukan pemberantasan, angka survei itu akan berubah turun,” ujar Hisar.


Ia memaparkan data yang cukup mencemaskan. Dari total sekitar 9 juta jiwa penduduk Sumatera Selatan, diperkirakan ada *sekitar 450 ribu orang yang terpapar sebagai pecandu narkoba*. Angka yang sangat besar ini yang membuat Sumsel menjadi incaran utama bandar dan sindikat internasional.


“Pasarnya sangat besar, sehingga sindikat terus mencoba memasukkan barangnya ke Sumsel. Tugas kita mempersempit ruang gerak mereka,” katanya.


*Anggaran Minim, Pengungkapan Justru Naik Dua Kali Lipat*


Fakta menarik diungkapkan Hisar terkait kinerja pemberantasan. Pada tahun 2025, dengan dukungan anggaran pemberantasan sekitar Rp2 miliar, BNNP Sumsel berhasil mengungkap sekitar 29 kilogram sabu.


Sementara hingga September 2026 ini, dengan anggaran yang jauh lebih kecil hanya sekitar Rp200 juta akibat efisiensi, pengungkapan sabu justru melonjak menjadi *65 kilogram*.


“Walaupun terjadinya efisiensi pada anggaran tidak membuat kita patah semangat untuk melakukan pemberantasan terhadap narkoba,” tegas jenderal bintang satu tersebut.


Menurutnya, besar kecilnya barang bukti bukanlah tujuan utama. Yang menjadi fokus utama BNNP adalah *memutus mata rantai dan membongkar aktor-aktor di balik jaringan peredaran gelap narkoba*.


“Kita di sini mengincar jaringannya dengan memastikan semua pelaku peredaran gelap narkoba mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya.


Jumlah barang bukti yang besar, lanjut Hisar, adalah dampak dari keberhasilan mengungkap pola kerja jaringan. Ia juga mengingatkan bahwa sasaran utama narkoba adalah generasi muda yang merupakan aset produktif bangsa.


“Kita terus melakukan penelusuran dan memastikan akan melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkoba hingga ke akarnya,” tegasnya.


*Gubernur Sumsel: Peran Keluarga Sangat Vital*


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumsel Herman Deru memberikan apresiasi tinggi atas kinerja BNNP Sumsel dan seluruh aparat penegak hukum yang telah bekerja keras memberantas narkoba hingga ke tahap pemusnahan.


“Kita menilai begitu beratnya kinerja BNNP Sumsel hingga kepolisian dalam melakukan pemberantasan peredaran hingga penggunaan narkoba, sehingga kita mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNP Sumsel ini,” ujar Deru.


Herman Deru menyoroti modus baru para bandar yang memanfaatkan kemajuan teknologi digital untuk memasarkan narkoba dengan cara-cara yang sulit terdeteksi.


“Pola mereka terus berubah, memanfaatkan teknologi. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan aparat,” katanya.


Untuk itu, ia menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng pertama, serta keterlibatan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi dan pengawasan terhadap anak-anak muda.


“Sehingga kita sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan BNNP Sumsel dengan melakukan berbagai kerja sama dalam melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Sumsel,” pungkas Gubernur.


Proses pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar menggunakan incinerator dan dilarutkan dengan bahan kimia, disaksikan langsung oleh para tamu undangan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas ( Agung).

iklan
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stars Rally to Beat Predators in Winter Classic at Cotton Bowl

Iklan