Pematngsiantar, 1detik.asia-
Pantauan mediaonline, 1detik.Asia Siantarsimalungun,adanya, tembok pondok pesantren ambruk, dan timpa, rumah warga tersebut.
Tembok pembatas yang disebut warga milik sebuah pondok pesantren ambruk, dan seketika material bangunan berupa batu menimpa satu unit rumah, yang berada tepat di sebelahnya, akibatnya rumah tersebut rusak berat, dan tidak lagi layak huni lagi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya tembok tersebut, terjadi bersamaan dengan hujan deras pada Kamis malam 30/7/2026.
Delapan warga tersebut, yang terdampak untuk sementara tinggal di rumah kerabat, sambil menunggu proses perbaikan rampung.
Di lokasi kejadian tersebut, Jumat 31/7/2026, tampak puing-puing tembok, serta material bangunan rumah berserakan.
Atap dan dinding rumah ambruk, sementara perabotan rumah tangga, pakaian, serta barang-barang milik penghuni, masih dalam tampak berantakan.
Seorang warga yang ditemui tak jauh dari lokasi bersama Handro, selaku warga setempat, mengaku sejak hujan deras mengguyur wilayah tersebut, dan mereka sudah khawatir sekali, akan ada terjadi banjir mau pun longsor.
Memang kami sudah khawatir, karena hujannya deras kali, air sudah menggenang di jalan, rupanya tembok itu jebol, dan kenaklah rumah yang di bawahnya, ujarnya, Jumat 31/7/2026.
Sementara itu, akibat kejadian tersebut, penghuni rumah bernama Sami (81) mengalami luka, dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Djasamen Saragih, Kota Pematang Siantar.
Adapun penghuni rumah lainnya yakni Hendra S. Saragih (59), Tri Marsini (46), Andri Pratama (27), Neni (25), Misda Putri (20), M. Rizki (16), M. Arianda (11), dan Syafira (7).
Selain merusak rumah kontrakan dua pintu yang dihuni dua kepala keluarga, reruntuhan juga mengenai satu kamar tidur santri, di lingkungan Pondok Pesantren Darussalam.
Tidak ada korban jiwa, dari kalangan santri karena saat kejadian kamar tersebut, dalam keadaan kosong.
Kepala BPBD Kota Pematang Siantar, Dedi Idris Harahap, mengatakan berdasarkan laporan masyarakat dan petugas di lapangan, terdapat beberapa titik bencana, longsor terjadi di Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, serta di kompleks Kantor Camat Siantar Marihat.
Selain itu, longsor juga terjadi di Kelurahan Bah Kapul, tepatnya di kawasan Perumahan BTN.
Dari seluruh lokasi terdampak, Kelurahan Pondok Sayur, menjadi wilayah dengan dampak paling serius, saat ini kami sudah melakukan evakuasi terhadap korban.
Ada yang dirujuk ke RSUD dan ada yang dipindahkan ke tempat yang lebih aman, ujar Dedi Harahap, Jumat 31/7/2026.
Dari seluruh lokasi terdampak, Kelurahan Pondok Sayur, menjadi wilayah dengan dampak paling serius, pemerintah bersama unsur penanggulangan bencana, kini memfokuskan penanganan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Selanjutnya kami, akan memberikan bantuan berupa bahan pangan, dan kebutuhan sehari-hari kepada korban, kemudian akan dilakukan perbaikan infrastruktur sesuai kebutuhan, ujarnya lagi.
Sementara itu, satu unit rumah yang rusak parah di Kelurahan Pondok Sayur, diakibatkan tertimpa tembok penahan, yang berada tidak jauh dari lokasi, tersebut.
Rumahnya tertimpa tembok yang runtuh, ujarnya.
Camat Siantar Martoba, Rilan Syakban Pohan, menyampaikan delapan korban terdampak tersebut merupakan satu keluarga besar, dan mereka tinggal di satu rumah, yang dihuni dua kepala keluarga.
Sebenarnya yang delapan ini, enggak semua luka parah, ada dua orang yang mengalami luka, tapi tidak serius.
Saat ini, kami sudah menyampaikan laporan tertulis kepada Pak Sekda, terkait penanganan dan tindak lanjut kejadian ini, ujar Rilan Pohan.
(Donny)
.png)

