Pematangsiantar, 1detik.asia-
Para petani sayuran, di Nagori Karang Bangun, Kecamatan Siantar, kabupaten simalungun keluhkan langkanya pupuk bersubsidi, dan murahnya harga panen tersebut.
Hal ini dikeluhkan Boru Silalahi, sembari menyapu keringat di dahi, saat disapa Mediaonline, Rabu 29/7/2026.
Tangannya yang kasar sibuk merapikan ikat demi ikat sayuran yang baru dipetiknya, wajahnya muram ketika menuturkan betapa sulitnya bertahan hidup, dari mengolah tanah saat ini.
Sudahlah harga pupuk non-subsidi mahal, bahkan pupuk subsidi pun datangnya lama, kadang malah tidak ada sama sekali, tutur Boru Silalahi.
Menurutnya, pemberian jatah pupuk bersubsidi ini, yang semakin menipis, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, memaksa para petani mengambil, pilihan simalakama.
Jika nekat membeli pupuk non-subsidi di pasaran bebas, modal tanam melonjak tajam sekali, namun jika bergantung penuh pada pasokan subsidi, yang tersendat, tanaman dipastikan kerdil dan gagal panen.
Kondisi makin mencekik ketika hasil jerih payah mereka dilempar ke pasar, harga sayuran di tingkat produsen berada di titik yang sangat memprihatinkan sekali, saat ini, bayam hanya dihargai Rp1.500 rupiah per kilogram, kangkung Rp2.000 rupiah per kilogram, dan kemangi Rp1.500 rupiah per kilogram.
Angka Rp 1.500 rupiah, itu belum balik modal sama sekali, padahal sebelumnya malah sempat anjlok, sampai Rp 900 rupiah, hingga Rp1.000 per kilogram, ungkapnya dengan nada getir.
Pendapatan ribuan rupiah per kilogram itu, tak mampu menutup akumulasi biaya operasionalnya, yang membengkak sejak awal masa tanam.
Harga Rp1.500 sampai Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani itu tidak seimbang, belum lagi hitungan biaya pupuk tersebut, biaya kompos, sampai racun hama juga, yang harganya terus naik melonjak, semuanya serba mahal, tambahnya.
Boru Silalahi dan petani sayur lainnya di Karang Bangun, kini hanya bisa menyuarakan harapannya, agar ada langkah konkret dari pemerintah daerah, mau pun instansi terkait, baik dalam menstabilkan harga jual, di tingkat petani mau pun, menjamin kelancaran distribusi pupuk, tersebut.
Kami berharap sekali, kalau bisa harga sayuran di tingkat petani dinaikkan lah, disesuaikan dengan biaya perawatan, sebab logikanya sederhana saja, tanpa ada petani, bagaimana masyarakat mau makan, tuturnya.
(Donny)
.png)

