![]() |
Lokasi: Drainase Muktiharjo Kidul, Kec. Pedurungan, Kota Semarang |
SEMARANG - Proyek pembangunan drainase untuk penanggulangan banjir di wilayah Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Proyek yang dikerjakan oleh CV. AL'ALA tersebut dinilai meninggalkan pekerjaan yang tidak tuntas.
Berdasarkan pantauan warga pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 06.13 WIB di saluran drainase kawasan Muktiharjo Kidul, terlihat gundukan sisa tanah masih mengendap di dalam badan drainase.
Gundukan tersebut diduga merupakan sisa tanah yang sebelumnya difungsikan untuk membendung air selama proses pekerjaan berlangsung. Namun pasca pekerjaan, gundukan tidak dibersihkan dan dibiarkan begitu saja oleh kontraktor pelaksana.
Akibatnya, lapisan dasar drainase mengalami penebalan sedimen dan terjadi pendangkalan di beberapa titik.
"Percuma diperbaiki bila terjadi pendangkalan yang disengaja dan didiamkan," ujar salah seorang warga Muktiharjo Kidul yang enggan disebutkan namanya.
Kekhawatiran warga pun muncul menjelang musim penghujan di penghujung akhir tahun, yang biasanya memiliki debit air hujan tinggi. Warga khawatir fungsi drainase yang baru diperbaiki untuk mencegah banjir justru tidak akan optimal karena sudah mengalami pendangkalan sejak awal.
Sudah Lapor Lurah, Jawaban: Menunggu PU
Warga mengaku sudah menginformasikan kondisi tersebut kepada Kepala Kelurahan Muktiharjo Kidul. Namun jawaban yang diterima belum memberikan kepastian.
"Jawaban Lurah Muktiharjo Kidul, 'menunggu dari PU'," ungkap warga menirukan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang maupun dari pihak pelaksana proyek CV. AL'ALA terkait sisa material tersebut.
Warga Minta Atensi Khusus Walikota
Melalui pemberitaan ini, warga memohon kepada Ibu Walikota Semarang untuk memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini.
Warga berharap Walikota dapat memberikan peringatan dan evaluasi kepada dinas terkait agar lebih selektif dalam menunjuk pelaksana proyek, serta memastikan adanya pengawasan hingga tahap pembersihan akhir proyek. Agar kejadian serupa tidak terulang di kantong-kantong lumbung air saat musim penghujan tiba. (Dony W)
.png)

