SEMARANG — Sebuah video pendek yang diunggah akun Instagram @infokriminalsamarang memicu keresahan warga Kota Semarang, Sabtu malam (5/7/2026). Dalam rekaman berdurasi beberapa detik itu, terlihat seorang pemuda berjalan di jalanan pada malam hari dengan membawa senjata tajam panjang yang diselendangkan di punggung.
Unggahan dengan caption "ucil ndaplang - Sebuah video yang..." itu hingga pagi ini sudah disukai lebih dari 640 kali, dikomentari 59 akun, dan dibagikan puluhan kali. Di kolom komentar, banyak warga menduga pemuda tersebut hendak terlibat aksi yang meresahkan, meski motif pastinya belum diketahui.
Dari tangkapan layar yang beredar, pemuda berbaju kaos gelap bertuliskan "YAKUZA" itu tampak santai menenteng sajam mirip celurit/arib, sementara di belakangnya terlihat sepeda motor terparkir di pinggir jalan. Lokasi pasti belum terverifikasi, namun narasi yang menyertai menyebut kejadian di wilayah Kota Semarang.
"Mencegah lebih baik daripada mengobati"
Warga yang membagikan ulang video itu kompak meminta Aparat Penegak Hukum (APH) — Polrestabes Semarang dan Polda Jateng — untuk tidak menunggu kejadian.
"Pak APH lebih bagus mencegah daripada mengobati. Kalau sudah tahu ada potensi tindak pidana yang berdampak ke warga Semarang, segera ambil tindakan pasti dan terukur," tulis salah satu komentar yang mewakili suara netizen.
Imbauan ini muncul karena dalam beberapa bulan terakhir, Semarang Raya memang beberapa kali dihebohkan video serupa. Sebelumnya Polres Semarang pernah bergerak cepat setelah video remaja konvoi bawa sajam viral di media sosial pada September 2025, dan hasilnya kelompok tersebut diusut.
Pada Februari 2026, kasus serupa di Bergas juga ditindaklanjuti: "Berdasarkan laporan masyarakat dan pemantauan video viral di media sosial, kami bergerak melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan enam pelaku," ujar AKP Bodia dalam konferensi pers, dengan menyebut pemilik dan pembawa sajam berhasil diidentifikasi.
Warga berharap pola respons cepat yang sama diterapkan di Kota Semarang.
Yang diminta warga:
• Identifikasi dan pemanggilan preventif. Lacak identitas pemuda dalam video untuk klarifikasi, bukan langsung menghakimi.
• Patroli terukur di titik rawan malam hari. Terutama di jalur yang sering dijadikan tempat nongkrong atau konvoi.
• Edukasi, bukan hanya penindakan. Libatkan tokoh kampung, sekolah, dan orang tua agar kepemilikan sajam tidak dianggap konten.
• Transparansi informasi. Sampaikan ke publik bila video sudah ditangani, agar tidak menimbulkan spekulasi liar.
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari Polrestabes Semarang terkait video "ucil ndaplang" tersebut. Pihak kepolisian biasanya menunggu laporan resmi atau hasil profiling digital sebelum mengambil langkah hukum.
Catatan redaksi:
pemuatan video ini bertujuan untuk kepentingan pencegahan, bukan untuk menyebarkan ketakutan. Identitas pemuda sengaja tidak dipublikasikan secara jelas dan segala dugaan masih memerlukan verifikasi APH. (Dony W)
.png)

