Jakarta– 1detik.asia
Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan seorang ayah penyandang tunanetra mencari nafkah demi menghidupi keluarganya viral di media sosial Instagram dan menyentuh hati jutaan warganet. Rekaman tersebut menggambarkan keteguhan seorang kepala keluarga yang tetap bekerja di tengah keterbatasan fisik, ditemani anaknya yang diketahui sedang mengalami demam.
Dalam video yang beredar, sang ayah terlihat berjalan kaki berkeliling menjajakan kerupuk di bawah teriknya matahari. Meski tidak dapat melihat, ia tetap berusaha mencari rezeki demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Di setiap langkahnya, sang ayah dipandu oleh putra kecilnya yang setia mendampingi selama berjualan.
Kisah itu semakin mengundang haru setelah diketahui bahwa anak yang menuntun ayahnya tersebut sedang dalam kondisi kurang sehat. Meski tubuhnya demam, bocah itu tetap memilih menemani ayahnya bekerja daripada beristirahat di rumah. Ketulusan dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkannya menjadi perhatian publik.
Dalam salah satu momen yang terekam, seorang warga menawarkan es krim kepada bocah tersebut. Namun dengan sopan ia menolak karena menyadari dirinya sedang sakit. Sikap sederhana namun penuh kedewasaan itu membuat banyak warganet memberikan apresiasi sekaligus doa untuk keluarga tersebut.
Unggahan yang beredar luas di Instagram itu dibanjiri ribuan komentar. Banyak warganet mengaku terharu melihat perjuangan ayah tunanetra yang tidak pernah menyerah mencari nafkah, serta bakti seorang anak yang rela menahan sakit demi membantu orang tuanya mencari rezeki.
Di balik viralnya kisah tersebut, muncul harapan besar agar pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan perhatian nyata kepada keluarga-keluarga rentan seperti yang tergambar dalam video tersebut. Kehadiran negara dinilai penting untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan sosial, pelayanan kesehatan, serta kesempatan memperoleh penghidupan yang layak.
Melalui Kementerian Sosial, pemerintah diharapkan dapat melakukan asesmen apabila identitas keluarga tersebut telah diketahui, sehingga dapat dipastikan apakah mereka telah terdaftar sebagai penerima bantuan sosial maupun program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Selain itu, Dinas Sosial di daerah setempat diharapkan dapat melakukan pendataan dan pendampingan, termasuk memberikan akses terhadap bantuan kebutuhan dasar, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan bagi anak yang masih berada dalam usia sekolah.
Peran Dinas Kesehatan dan fasilitas pelayanan kesehatan juga dinilai penting untuk memastikan kondisi kesehatan sang anak maupun ayahnya mendapatkan penanganan yang layak. Sementara itu, Dinas Pendidikan diharapkan memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi meskipun harus mendampingi orang tuanya bekerja.
Di sisi lain, berbagai organisasi sosial, komunitas disabilitas, dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga lembaga filantropi juga diharapkan dapat bersinergi membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga-keluarga yang hidup dalam kondisi serupa.
Kisah ayah tunanetra dan anaknya ini menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang berjuang dalam keterbatasan. Viral di media sosial bukan sekadar menghadirkan rasa haru, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan mendorong hadirnya solusi nyata dari pemerintah, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat.
.png)

