![]() |
| Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang |
SEMARANG, 1detik.asia - Polemik penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sempat menggeruduk Dinas Perdagangan Kota Semarang akhirnya mendapat jawaban resmi dari Pemerintah Kota Semarang.
Melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi 1detik.asia pada Minggu (19/7/2026), Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang memberikan tanggapan atas tuntutan keadilan yang disuarakan aktivis Zainal Petir dan keresahan para PKL.
Dinas menegaskan, penertiban yang dilakukan bukan untuk mematikan mata pencaharian wong cilik, melainkan bagian dari upaya penataan kota agar Semarang tetap indah, tertib, dan bersih.
Dinas juga mengakui peran PKL dalam menopang ekonomi kerakyatan dan kontribusinya terhadap pendapatan daerah melalui retribusi.
"Kami berjanji mencarikan solusi terbaik buat saudara-saudara kita PKL. Pertimbangan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian kami, namun kami juga tidak bisa mengesampingkan kenyamanan dan keamanan warga Kota Semarang pada umumnya," tulis Kepala Dinas Perdagangan dalam pesannya kepada redaksi 1detik.asia.
Lebih lanjut, Dinas menyampaikan akan membuka ruang dialog dan mengkaji ulang opsi relokasi ke lokasi yang lebih layak dan representatif, sehingga penataan kota tetap berjalan dan ekonomi PKL tetap hidup.
Dinas juga berjanji akan mengevaluasi secara menyeluruh terkait penegakan aturan, termasuk masukan dari masyarakat soal ketegasan terhadap wajib pajak besar agar tercipta rasa keadilan yang merata di Kota Semarang.
Sebelumnya, aktivis Zainal Petir melalui akun @zainalpetir_ meminta Pemkot Semarang berlaku adil. Ia menyoroti jika PKL digusur karena aturan, maka pengusaha besar yang disebutnya tidak membayar pajak juga harus ditindak tegas. (Dony W)
.png)

