
Binjai, 1detik asia
Pihak pengelola TK Negeri Pembina II Binjai Barat, Kota Binjai, mendadak panik usai mencuatnya pemberitaan terkait pengelolaan proyek beranggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 senilai Rp433 juta.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Kepala Sekolah (Kepsek) bersama Ketua Pelaksana proyek diduga berupaya membendung publikasi dengan meminta media menghapus (takedown) berita yang telah tayang.
Upaya komunikasi berulang kali dilakukan oleh pihak sekolah untuk menemui tim awak media. Dalam sebuah pesan singkat, Kepsek TK Negeri Pembina II Binjai Barat mendesak jurnalis untuk meluangkan waktu bertemu secara langsung.
“Pak, tolong kita jumpa, ada yang mau saya bicarakan,” ujar Kepsek saat mengontak awak media melalui pesan tertulis.
Tak hanya Kepsek, Ketua Pelaksana proyek juga dikabarkan sempat menghubungi jurnalis lain guna menjembatani pertemuan dengan tim investigasi media. Bahkan, pihak pelaksana sempat menawarkan diri untuk mendatangi lokasi keberadaan para wartawan.
Eskalasi komunikasi tersebut berlanjut pada Jumat (24/7/2026) siang. Sekitar pukul 11.24 WIB, Kepsek kembali menanyakan keberadaan jurnalis untuk mengatur pertemuan dengan Ketua Pelaksana.
“Di mana, Dek? Ketua mau jumpa sama kamu,” tulis Kepsek melalui pesan WhatsApp.
Menanggapi hal itu, awak media menyampaikan bahwa konfirmasi dasar telah selesai dilakukan. Namun, pihak sekolah tetap berulang kali mencoba menghubungi jurnalis via sambungan telepon, meski di saat bersamaan jurnalis menginformasikan sedang bersiap menjalankan ibadah Sholat Jumat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi ataupun klarifikasi subtansial dari pihak TK Negeri Pembina II Binjai Barat terkait detail realisasi serta transparansi penggunaan dana APBN Rp433 juta tersebut. Pihak media masih terus membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi pihak-pihak terkait sesuai kaidah jurnalistik.(Ml)
.png)
